ga jelas bgt ni cerita cok, ga di vote juga gapapa si nanti gue ga up lagi wkwk.
-------
" eh ngapain sih kita di sini?" tanyanya bingung, sudah lebih dari satu jam lamanya mereka duduk di lapangan basket tapi tak melakukan apa-apa.
keduanya menoleh bersamaan.
" ck, biasalah. nih orang lagi nungguin si pujaan hati."
balas gadis berambut sebahu, sedangkan yang di tunjuk hanya menunjukkan cengiranya saja.
" sampe kapan sih Shan? lo ga cape nungguin dia yang ga pasti?"
ini mungkin sudah ke seribu lima ratus kalinya dia berucap seperti itu, karena memang selalu seperti ini.
sedangkan yang di panggil Shan tadi diam termenung, sebenernya dia juga cape jika terus terusan seperti ini.
tapi nyatanya dia tak bisa jika harus berhenti.
" yang ngejar-ngejar lo tuh banyak Shan, gue cuma ga mau kalo nantinya lo nyesel karena terlalu lama nungguin tuh orang tapi akhirnya lo ga di pilih sama sekali." ujarnya lagi, dia sebenernya kasihan kepada sahabatnya ini.
bayangkan saja, sudah lebih dari dua tahun lamanya mengejar seseorang yang sama sekali tak pernah meliriknya apalagi melihat cinta yang sahabatnya punya.
sudah banyak sekali yang sahabatnya lakukan demi mendapatkan perhatian dari si dia, tapi nyatanya? dia sama sekali tak perduli.
" ca? kok lo ngomong nya gitu?"
bertanya demikian, dengan wajah yang sedih dia bertanya.
" ya maaf kalo omongan gue nyakitin, tapi Shan. gue cuma ga mau kalo------
" gue ga tau caranya berhenti ca, gue udah pernah mencoba untuk berhenti mencintai dia dan membuka hati untuk yang lain. tapi apa? gue malah sakit, ca." sela nya.
udah beberapa kali mencoba berhenti, beberapa kali juga dia merasakan sakit.
sakit melihatnya membonceng perempuan lain, mendekati perempuan lain dan mengajak perempuan lain kencan.
rasanya tak adil, di saat dia mati-matian berjuang agar bisa menarik perhatiannya tapi tak pernah sedikitpun dia melihat perjuangan itu.
lalu, apakah ini cinta? atau bodoh?
" gue bukannya mau ikut campur Shan, tapi lo bisa lihat sendiri gimana dia ke lo? daripada lo terus-terusan sakit hati sama tuh orang mending berhenti, gue tau ga mudah buat lo. tapi gue ga mau Shan ngeliat lo terus-terusan sakit." ucap sahabatnya yang berambut cokelat.
Shani Indira Bramantyo, salah satu siswi yang terkenal dengan kecantikannya, kepintarannya dan juga keramahannya.
banyak siswa-siswa yang mengejarnya, tapi Shani menutup hatinya rapat-rapat hanya untuk Anrez Adelio Wijaya, kapten basket sekaligus siswa populer di sekolah.
" gue tau lo cinta banget sama dia, tapi Shan. dia ga pernah sekalipun lihat cinta yang ada di mata lo, perjuangan lo aja ga pernah dia lihat Shan, jangan terus-terusan nyakitin diri lo sendiri dengan alibi susah untuk membuka hati."
Shani lagi lagi terdiam, dia bingung harus menjawab apa.
bukan keinginan Shani untuk mengejar Anrez sebegini nya, kalau bisa memilih juga Shani tak mau jika harus jatuh cinta kepada Anrez.
karena dia sadar jika mencintai Anrez hanya mendapatkan sakit saja.
" gue ga maksa, tapi gue ga mau liat lo nangis setiap malem cuma gara-gara Anrez bersikap acuh sama lo." sambungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OS ( SHANREZ )
Randomjust bad writing FIKSI!! jangan berekspektasi tinggi di cerita ini.
