Happy Reading
.
.
.
"Hyeri, ini aku. Jangan matikan telponnya! Tolong dengarkan aku sebentar."
"Apa lagi yang harus aku dengar! Kau ingin meminta hak putramu atas suamiku? Kalian bisa membicarakan itu lain kali. Aku juga sedang mengurus perceraianku, jadi setelah itu kalian bisa bebas berbuat apapun."
"Bukan itu Hyeri."
"Apa lagi! Tidak bisakah kau bersabar sebentar saja? Taehyung membutuhkan Jisung. Putraku membutuhkan ayahnya."
"Jangan bercerai—"
Hyeri diam tanpa menjawab kembali kala suara yang didengarnya di seberang sana semakin melemah, ditambah dengan sayup-sayup suara isakan seorang anak kecil.
"Hyeri, aku tahu perbuatanku tidak akan pernah bisa kau maafkan seumur hidupmu. Tapi untuk yang terakhir kalinya bolehkah aku minta satu hal lagi padamu?"
"Apa lagi! Aku sudah memberimu semuanya. Apa lagi yang kau inginkan dariku?"
"Ibu—" ucapan bergetar dari seorang anak yang tengah terbaring lemas di atas tempat tidurnya, sontak menyadarkan Hyeri atas teriakanya yang ditujukan kepada orang di seberang sana.
"Jangan berteriak. Kepalaku sakit."
"Sayang, Taehyung. Maafkan ibu nak." Hyeri mengusap dahi Taehyung kecil yang kini tengah terbaring sakit.
"Hyeri-ah—"
"Kau tahu, putraku sedang terbaring sakit. Sudah hampir satu minggu dan dia tidak kunjung sembuh. Kau tahu dia sakit karena apa? Dia merindukan ayah dan kakaknya, Seokjin yang telah kau renggut dari kami!"
"Hyeri-ah, mereka akan kembali padamu secepatnya. Dan mungkin saat ini mereka sedang menuju ke sana."
Hyeri terdiam. Bukan karena kabar yang di dengannya bahwa suami dan putra sulungnya sedang dalam perjalanan pulang, namun karena suara di seberang sana yang terdengar semakin berat. Bahkan Hyeri dapat mendengar suara tarikan nafas yang terdengar semakin lemah.
"Mereka akan pulang. Mereka akan segera pulang Hyeri-ah——uhuk—uhukk!"
"Ibu! Ibu—ayo ke rumah sakit saja ibu—"
"Sebentar Jiminnie—"
"Hyeri-ah. Aku berjanji tidak akan menggangu kalian lagi. Tapi aku mohon satu hal padamu Hyeri-ah, tolong jaga putraku. Dia sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini selain aku. Aku mohon padamu Hyeri-ah, aku titipkan putra kecil ku padamu——jaga dia—tolong——"
"Ibu! Ibu bangun ibu. Jangan pergi! Ibu! Ibu bangun!"
******
KAMU SEDANG MEMBACA
Distance
FanfictionMenjadi yatim piatu serta ditinggalkan oleh sang kakak sejak dirinya masih kecil, membuat rasa benci tumbuh hingga dirinya menginjak remaja. Meski sang kakak selalu mengalah dan berusaha mendekati kembali dengan sabar, namun luka dimasa lalu tidak d...
