lanjut lagii
pokonya bintang pojok kiri pencet yaa
bantu ramein cerita ini dongg
Saat ini Levin dalam perjalanan menuju perusahaan granpa nya setelah makan malam tadi Levin di hubungi oleh bawahan granpa nya dan menyuruhnya untuk menemui ayah dari daddy nya itu Levin tau apa yang akan di bicarakan oleh Bagas mau tidak mau dia harus menanggung akibatnya. Dia pun berjalan memasuki ruangan Bagas dan di sambut oleh pria itu yang duduk di kursi kebesarannya
"Ada apa" ucap Levin dia berdiri tepat di depan meja kebesaran granpa nya, pria itu pun berdiri di hadapan Levin dan langsung memukul pelipis Levin hingga membuat Levin terhuyung kebelakang untung saja dia masih bisa menjaga keseimbangannya dan Jangan lupakan dengan bibirnya yang robek dan mengeluarkan darah
Bughh
"Itu untuk kamu yang sudah membiarkan musuh geng motor sialan kamu itu mengenal siapa Devin" ucap Bagas dengan meninggikan suaranya
"Apa kamu tidak memikirkan resikonya saat musuh-musuh kamu mengetahui kamu punya adik hah" bentak Bagas
Levin hanya diam sambil menunduk tidak lupa dengan tangannya yang memegang pelipisnya yang terasa nyeri karena pukulan Bagas tidak main-main itu sangat keras
"Iya saya tau, saya pastikan itu tidak akan terjadi lagi" jawab Levin yang tetap menuduk
"Levin tatap granpa" bentak Bagas Levin pun mengangkat kepalanya dan menatap Bagas
"Levin apa kamu menyayangi adik kamu" ucap Bagas dengan lembut
"Ya saya menyayangi dan saya pastikan ini tidak akan terjadi lagi" jawab Levin dengan penuh keberanian
"Granpa harap ini tidak terulang lagi Levin"
"Sekarang kamu boleh pergi dan obati luka kamu maafkan granpa dan granpa harap kamu tidak membenci adik kamu dengan perlakuan granpa" ucap Bagas setelah mendengar itu Levin hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan Bagas dia memilih untuk pergi ke markas Scrovxio
Levin langsung memasuki markas itu disana juga terlihat ada kedua sahabatnya yang sedang menunggu kedatangannya begitu juga dengan anggotanya yang lain, namun Levin memilih untuk duduk di dekat Raka dan Zidan
"Bos muka lo kenapa" tanya Raka dia penasaran dengan luka yang ada di wajah Levin
"Ulah granpa" jawab Levin lalu menyalahkan pemantik apinya dan membakar rokok yang ada di tangannya lalu menghisapnya
"Devin lagi" giliran Zidan yang bertanya
"Iya, dia tau soal tadi siang" jawab Levin lalu kembali menghisap rokoknya
"Tau dari mana dia" ucap Raka dia pun sama dengan Levin sedang merokok tapi tidak untuk zidan dia tidak merokok untuk saat ini tolong garis bawahi untuk saat ini
"Seperti yang kalian tau pria itu mempunyai banyak mata-mata" jawab Levin kedua temannya hanya manggut-manggut mengerti akan ucapan Levin
"Apa lo akan benci Devin" tiba-tiba pertanyaan itu terlintas begitu saja di benak Zidan Levin menatap Zidan sekilas lalu tersenyum kecut
"Seperti yang kalian tau selama 17 tahun mommy gue tersiksa tubuhnya kurus bahkan untuk makan saja dia tidak mau harus di bohongi dulu bahwa Devin sudah ketemu oleh karena itu pria itu tidak mau kejadian itu terulang lagi karena dampaknya sangat besar bukan hanya mommy gue tapi seluruh keluarga besar gue begitu juga dengan gue sendiri" jawab Levin ini kali pertama dia bicara panjang lebar pada kedua temannya
"Dengan begitu lo bakal benci atau tidak" ucap Raka yang masih kurang paham dengan ucapannya
"Mungkin tidak" jawab Levin kembali singkat tidak mungkin gue membencinya setelah lebih dari 10 tahun gue cari dia ucap Batin Levin
"Gue bersyukur kalo lo gak benci sama dia gue harap lo bisa nerima dia" ucap Raka lagi dia hanya takut Levin tidak menerima kehadiran Devin karena tekanan dari granpa nya
Setelah lama terdiam Levin akhirnya memilih untuk pulang karena ini sudah tengah malam begitu juga dengan anggotanya yang lain karena besok mereka harus sekolah Levin tidak suka jika ada anggotanya yang bolos sekolah tanpa alasan yang logis, Levin sampai di rumahnya lalu masuk kedalam rumah itu lewat pintu utama dia di kejutkan dengan kehadiran Devin
"Dari mana lo jam segini baru pulang" tanya Devin sambil menatapnya
++++++
Levin keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan rutinitas mandinya dia melihat kembarannya yang duduk di atas kasurnya sambil menatap sekeliling kamarnya tidak lupa dengan bibirnya yang terus saja menggerutu dan itu mampu membuat seorang Levin tersenyum walaupun hanya senyum tipis tapi itu adalah momen langka bagi seorang Levin
"Ekhemm"
Devin terlonjak kaget saat tiba-tiba Levin berada di dekatnya dan mengagetkannya untung saja Devin tidak punya penyakit jantung kalo dia punya penyakit itu sudah di pastikan dia akan koit saat itu juga
"Gak usah ngagetin sat" ucap Devin sedikit keras
"Ngapain" tanya Levin sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil
"Gakpapa, gue mau balik ke kamar" ucapnya Devin lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Levin yang menatapnya datar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Cih"
Setelah melihat Devin keluar dari kamarnya dia pun merebahkan tubuhnya di ranjang hari ini sangat melelahkan baginya tak lama pun dia tertidur
_______________
see you
KAMU SEDANG MEMBACA
Onnived || on going
Fiksi Remaja❌ BUKAN CERITA BXB/BL ❌ ✔️ THIS IS CERITA ANAK KEMBAR ✔️ Devinno, remaja tampan berusia 17 tahun si penyuka buah rambutan. Remaja itu hidup bebas di terangnya siang dan gelapnya malam hingga suatu hari dia bertemu dengan seseorang dan berkata bahwa...
