A Conflict

1.2K 78 8
                                        

"Kau tidak perlu memasak, Sakura."

"Pokoknya, jangan sampai bekerja terlalu lama, jangan paksakan dirimu."

"Kepalamu sakit? Perlu pergi ke dokter sekarang?"

"Mulai hari ini aku yang akan mengerjakan pekerjaan rumah, kau istirahat saja."

Sakura tidak bisa berbohong, tentu saja ia senang dengan perhatian yang Sasuke berikan padanya, sekecil apapun itu. Sasuke yang selama ini cenderung pendiam jadi lebih sering bicara, seringkali bercerita tentang hari-harinya di kantor—sesuatu yang tidak pernah pria itu lakukan sebelumnya.

Sasuke jadi lebih sering bertanya, menawarkan ini dan itu pada Sakura. Sasuke bahkan mengingat kapan Sakura harus minum obat ini dan itu, kapan Sakura harus pergi ke dokter untuk memeriksakan diri, atau apa-apa saja makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi Sakura selaku penderita kanker.

Segala kebaikan Sasuke itu membuat Sakura merasa tidak enak hati, Sakura tidak ingin membuat Sasuke kerepotan karena dirinya. Sakura tidak ingin Sasuke jadi banyak berkorban hanya untuk seorang wanita yang sedang sakit, yang bahkan tidak bisa jujur mengenai penyakit tersebut pada suaminya.

Ini rumit, memang. Di satu sisi, Sakura tahu bahwa Sasuke melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, tapi di sisi lain, Sakura merasa bahwa Sasuke tidak perlu sampai mengorbankan banyak waktu dan tenaga hanya demi dirinya.

Seperti hari ini, Sakura hampir melupakan jadwal pemeriksaan di rumah sakit, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui penyebab sesak napas yang kerap dialami Sakura belakangan ini. Sakura mengatakan pada Sasuke bahwa dirinya akan pergi ke rumah sakit pada sore hari, ia juga berpesan bahwa semuanya sudah diatur dan Sasuke tidak perlu khawatir.

Namun, pada sore harinya, mobil Sasuke tiba-tiba muncul di depan toko roti Sakura. Hal itu jelas membuat Sakura terkejut karena seingatnya, Sasuke akan melaksanakan pertemuan penting dengan sejumlah rekan bisnis di kantornya. Sakura bertanya apakah pertemuan itu sudah selesai dilaksanakan atau mungkin dibatalkan, tapi Sasuke memberikan jawaban yang tidak pernah Sakura sangka akan keluar dari mulut pria Uchiha yang cukup workaholic itu.

"Aku tidak menghadiri pertemuannya, lagi pula aku punya kewajiban yang lebih penting sekarang. Ayo kita berangkat, bukankah pemeriksaan itu dijadwalkan satu jam lagi?"

Sakura mengernyit heran, akan tetapi dia tidak bicara apapun guna membalas Sasuke. Pemeriksaan dilaksanakan dan selesai pada malam hari, mereka kembali ke rumah dan di sepanjang perjalanan, keduanya terlibat dalam keheningan.

Suara dering telepon memecahkan keheningan di dalam mobil, Sasuke segera mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya itu, kemudian berbicara entah dengan siapa dan entah membicarakan apa.

"Itachi yang menelepon, dia bertanya apakah sekarang aku bisa menghadiri makan malam bersama seorang klien," itu jawaban yang diberikan Sasuke pada Sakura. "Tentu aku menolaknya, lagi pula sebenarnya aku sudah bicara dengan sekretarisnya Itachi tadi."

"Sasuke-kun, kau menolaknya karena mengantarku?"

Sambil membelokkan setir mobil, Sasuke bicara. "Aku menolaknya karena aku punya hal yang lebih penting untuk dilakukan sekarang."

Gedung apartemen sudah mulai terlihat dan dalam tiga menit, mobil sudah terparkir di parkiran dan Sakura maupun Sasuke masuk ke dalam kamar—rumah—mereka di lantai lima.

Setelah menutup pintu, Sakura lihat Sasuke langsung duduk di atas meja makan dan membuka laptop yang baru ia keluarkan dari tas, kemungkinan besar pria itu sedang bekerja, mengurus sesuatu yang belum ia selesaikan di kantor tadi.

SasuSaku: The Rest Days With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang