A (Sudden) Confession

1.1K 112 16
                                        

Siapkah kalian melihat Sasuke mode fall in love (setelah sekian banyak chapter)????

Sakura itu cantik.

Cantik sekali.

Benar-benar cantik.

Baiklah, baiklah. Sasuke sudah merutuki dirinya sendiri karena—bagaimana bisa—ia baru menyadari bahwa wanita yang sudah tinggal bersamanya selama lebih dari dua tahun itu ternyata sangat cantik?

Rambutnya yang unik dan lembut saat dielus.

Matanya yang memukau saat terbuka lebar-lebar.

Senyumnya yang manis, begitu candu untuk dilihat lamat-lamat.

Bukannya Sasuke tidak menganggap Sakura cantik, sejak awal, ia tahu bahwa Sakura adalah wanita yang memiliki pesona tersendiri, tapi baru belakangan ini Sasuke tersihir akan pesona itu.

Akan selalu Sasuke ingat kalimat dari Suigetsu yang berhasil mengubah beberapa hal dalam hidupnya; it won't be wrong to falling in love. Benar saja, jatuh cinta memang tidak seburuk itu. Mencintai seseorang adalah hal yang tidak pernah Sasuke bayangkan akan menjadi sangat menyenangkan.

Lalu... Entah bagaimana Sasuke harus meminta maaf pada si surai merah muda tentang ucapannya pada Itachi malam itu, bahwa Sasuke tidak mencintai Sakura, bahwa Sasuke tidak pernah melihatnya sebagai wanita. Tentu saja Sasuke tahu Sakura tidak mungkin mendengar percakapan itu, tapi rasa bersalah tetap mengakar di hatinya. Terlebih, banyak sekali hal yang sudah Sakura korbankan untuk keluarga Uchiha ini, sementara Sasuke hanya bisa membalasnya dengan cinta yang datang sedikit terlambat.

"Ya baiklah, kau sudah mengatakan itu berkali-kali.."

"Karena aku sungguh frustasi! Bagaimana bisa dia sangat cantik? Apa yang dia makan? Ibunya mengidam apa saat mengandung?" Sasuke menghela napas panjang sebelum kembali melanjutkan bicaranya. "Nii-san, apakah jatuh cinta memang.. seperti ini?" tanyanya pelan, penuh ragu.

Itachi tersenyum simpul, seolah mengerti betapa frustasi sang adik sekarang. Tangan Itachi bergerak memencet tombol on pada juicer; ia sedang membuat jus mangga. "Pertama-tama, aku senang melihatmu begini," ujarnya. Suara juicer tidak begitu gaduh sehingga tidak mengganggu percakapan dua Uchiha bersaudara itu. "Sasuke, jatuh cinta memang begitu adanya, apa kau terkejut?"

Sasuke yang sejak tadi sudah menatap lekat mata sang kakak pun menundukkan kepala. "Ya..." jawab Sasuke. "Sakura tampak seperti wanita biasa sebelumnya, tapi sekarang dia.. jadi sangat cantik. Aku sering menghindar tiap kali dia tersenyum dan mendekatiku. Aku tidak tahan, Nii-san, jantungku selalu berdebar kencang, aku sulit tidur, terkadang sampai sulit fokus."

"Astaga!" seru Itachi, cengiran lebar terpampang di bibirnya. "Itu namanya cinta! Kau jatuh cinta! Tidak perlu diambil pusing, lagi pula kalian kan sudah menikah," lanjut pria berambut panjang itu, kini tangan Itachi sudah bergerak dengan telaten, menuangkan jus mangga ke dalam dua gelas berukuran sedang dan membawanya ke hadapan Sasuke.

Itachi tersenyum usai duduk di samping adiknya. "Sasuke, kau mencintainya."

"Ya.. aku tau.." gumam Sasuke. "Rasanya aneh. Mungkin karena aku terlambat mencintai Sakura."

"Lalu, tidak masalah kan?" kemudian Itachi tersenyum sambil menyeruput jusnya. "Kau ingat ucapanku hari itu? Tentang bunga dan maknanya?"

Sasuke mengambil waktu untuk berpikir dalam-dalam. Sejujurnya ada banyak sekali masukan dan nasihat dari sang kakak, mustahil Sasuke mengingat semuanya, tapi dia akan berpikir keras karena sepertinya yang satu ini adalah nasihat yang spesial.

SasuSaku: The Rest Days With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang