"It Won't Be Wrong"

1K 78 7
                                        

"Aku akan menemani Ino pulang ke rumah orang tuanya selama tiga hari, tidak apa-apa kan, Sasuke-kun? Semua kebutuhanmu sudah aku siapkan. Oh ya, kaus kakimu yang warna hitam sepertinya ikut masuk ke tas laundry, Sasuke-kun bisa memakai kaus kaki yang lain untuk sementara. Selain itu, jangan lupa untuk memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum kau tidur, aku takut kejadian dua bulan lalu kembali terulang." 

Sasuke mendesah kecil sembari menutup ponsel dan memasukkannya ke dalam saku. Beberapa hari yang lalu, Sakura mengatakan bahwa ia akan mengunjungi rumah orang tua dari sahabatnya selama tiga hari, sambil melipat baju, Sakura meninggalkan banyak sekali pesan pada Sasuke, mulai dari soal persediaan makanan hingga urusan peralatan rumah tangga seperti kompor. 

Sakura berangkat pagi-pagi sekali, wanita itu bahkan sudah siap dengan tas ranselnya yang terlihat sangat berat ketika Sasuke masih terlelap. Seorang wanita yang sudah Sasuke kenal datang menjemput Sakura, setelah beberapa kalimat percakapan ala wanita, mereka pun berangkat ke tempat tujuan yang sama sekali tidak Sasuke ketahui.

Kemarin malam, Sakura menelepon dan bertanya apakah Sasuke sudah makan, Sasuke lantas menjawab bahwa ia makan malam bersama Itachi sebelum pulang ke rumah.

Sasuke dan Sakura berbincang selama dua puluh menit, selama itulah Sakura bercerita dengan riang, wanita itu terdengar senang sekali saat membicarakan pemandangan di kampung halaman Ino, katanya ada laut yang indah, anak-anak yang menggemaskan, serta keramahan penduduknya. Sakura juga bercerita kalau orang tua Ino masih sangat sehat dan memperlakukannya dengan baik, sama seperti saat ia masih kecil dulu.

"Bukankah kau dan Ino berasal dari kota yang sama?" tanya Sasuke malam itu.

"Memang, tapi Ino pindah ke kampung halamannya saat kami SMA."

Sasuke menggaruk kepalanya. "Oh, jadi sekarang Ino pindah lagi ke kota tempat ia besar alias kota ini?"

"Begitulah! Dia hidup berpindah-pindah."

Malam itu, Sasuke tersenyum tipis karena suara tawa Sakura yang begitu renyah. Perbincangan melalui telepon itu ditutup setelah Sakura mengatakan bahwa ia dan Ino akan pergi makan malam di sebuah restoran tradisional. Sasuke mengucapkan selamat malam, juga menyampaikan pada Sakura bahwa wanita itu harus tetap menjaga kesehatan meski sedang berlibur sekali pun.

.
.

"Sasuke-san, Anda belum pulang?"

Sasuke mendongak, menatap rekan kerjanya yang terlihat sudah siap pulang ke rumah. "Saya akan pulang sebentar lagi," jawab Sasuke, rekan kerjanya itu mengangguk dan menyampaikan salam, kemudian pergi menghilang dari pandangannya.

"Tumben sekali, biasanya kau pulang lebih awal."

Suara berat yang begitu akrab di telinganya itu Sasuke balas dengan gelengan kepala. Sasuke bahkan tidak perlu menoleh untuk melihat siapa yang sedang bicara dengannya, sudah pasti itu Itachi!

"Ada apa?" tanya Itachi sambil menarik kursi milik orang lain dan memposisikannya di dekat meja kerja Sasuke. "Kau bertengkar dengan Sakura-chan?"

Sasuke mendelik. "Mana ada," sinisnya. "Sakura sedang pergi bersama temannya, apakah aku belum memberitahu Nii-san kemarin?"

Mendengar itu, Itachi mengangkat kedua alisnya, kemudian berdeham kecil. "Itu sebabnya kau belum mau pulang, karena tidak ada siapapun di rumah..." ujarnya pelan. "Wajar saja, suasana rumahmu pasti akan sangat sepi tanpa kehadiran Sakura-chan."

"Begitulah."

"Lalu, kau sudah makan malam?"

"Aku tidak lapar."

SasuSaku: The Rest Days With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang