Hydrangea Macrophylla

859 50 1
                                        

Trigger warning // suicide attempts (percobaan bunuh diri), suicide thought (pemikiran untuk bunuh diri), mental health problem, grieving, depression.

Aku sayang sekali sama kalian, so please don't read this if you are not comfortable with those topics ya ❤️ happy reading! This one is a long chapter hihi.

.
.

Penglihatan Sasuke yang mula-mula kabur dan buram mulai jelas usai berkedip-kedip, pemandangan pegunungan yang asri dan penuh bunga tersaji di depannya. Sasuke mengedarkan pandangan ke seluruh taman, mencoba mencari jawaban; mengapa ia ada di sini? Bukankah dirinya tengah tidur tadi?

Sasuke mulai berjalan ke depan, menginjakkan kakinya yang telanjang di atas rumput hijau yang memberikan sedikit rasa geli. Langkah Sasuke terhenti karena melihat seorang wanita yang berdiri membelakanginya di ujung jalan.

Rambut wanita itu berwarna pink, panjang dan terurai bebas. Semilir angin yang berhembus membuat rambut itu bergerak ke kanan dan ke kiri, tetapi sang empu tidak tampak terganggu sama sekali. Di sekelilingnya, bunga musim gugur tampak mekar dan ikut bergoyang, beberapa dari mereka berguguran, jatuh ke atas tanah.

"Sakura...?" gumam Sasuke pelan, hampir seperti berbisik. Ia berjalan lagi, berusaha mendekati sosok wanita itu. "Sakura? Itukah kau?" suara Sasuke mulai bergetar, tangannya terangkat, berusaha menggapai si wanita yang masih berjarak dua ratus meter darinya.

Sakura menoleh ke belakang, tersenyum begitu manis hingga sanggup menghentikan langkah Sasuke yang gontai, tangannya melambai, ia mengatakan sesuatu tapi Sasuke tidak bisa mendengarnya sama sekali.

Maka Sasuke bertanya, "apa yang kau katakan?" dengan penuh harap. "Aku merindukanmu, kenapa kau di sini? Ayo kita pulang, Sakura."

Namun, wanita itu berhenti tersenyum dan menggeleng kecil, ia kembali menggerakkan bibirnya tanpa suara, membuat Sasuke jelas tidak bisa mengerti apanya ia katakan.

"Aku tidak bisa hidup begini, tolong kembalilah padaku..." gumam Sasuke pelan. "Setiap hari rasanya seperti kematian dan aku tidak bisa bertahan lebih lama."

Sasuke bicara sambil berjalan mendekati Sakura, saat jarak di antara keduanya semakin menipis, Sasuke merentangkan tangannya, berusaha memeluk sosok itu. Jika dia memang Sakura, maka seharusnya Sasuke langsung dipeluk olehnya, bukan?

Namun, wanita itu kembali menggelengkan kepalanya, dengan senyuman tipis, ia kembali bicara, kali ini suaranya terdengar, meski begitu pelan dan lirih.

"Sampai jumpa lagi, Sasuke-kun."

Usai mengatakannya, tubuh wanita itu terhempas ke depan, ke jurang yang begitu tinggi dan dalam sekali. Sasuke berteriak, mencoba meraih apapun yang ada di tubuh Sakura, tapi ia gagal, sosok itu sudah lebih dulu lenyap.

Lagi-lagi, lenyap di hadapannya.

.
.

Sasuke mengambil napas dengan cepat usai terbangun dari bunga tidurnya yang mengerikan, sosok Sakura yang melompat ke jurang masih terekam dalam pikirannya, Sasuke menutupi wajah dengan tangannya, kemudian mengacak-acak rambut hingga semakin berantakan.

"Sialan."

Tiga bulan berlalu sejak kecelakaan itu, pun sejak pemakaman Sakura yang penuh duka. Mungkin kehidupan orang-orang yang saat itu menangis sudah kembali berjalan, tapi tidak dengan Sasuke, ia masih di sini, masih di tempat yang sama seperti tiga bulan lalu.

Dengan begitu berat, Sasuke mengangkat kakinya, berjalan keluar dari kamarnya yang gelap dan berantakan. Ia tiba di dapur, kemudian mengambil segelas air putih dan meneguknya dengan kasar. Hari ini, seperti biasa, tidak ada makanan apapun di atas meja, sebenarnya Sasuke berencana mengisi perutnya dengan makanan siap saji, tapi saat menyadari bahwa ia masih harus berpikir tentang sesuatu yang akan dibeli, Sasuke jadi malas dan mengurungkan niatnya.

SasuSaku: The Rest Days With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang