Happy reading
Typo bertebaran ⚠️
Waktu terus berjalan hingga sudah saatnya mereka menjalankan wawancara tentang konser yang akan di gelar.
"3 menit lagi." Ucap salah satu staff
"Bagaimana dino? Kau sudah siap?" Tanya vernon yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Dino
"Hm aku siap" jawab dino dengan senyuman di bibirnya.
"Masih sakit?" DK mengelus perut Dino
"Jangan terlalu khawatir seperti itu." Dino menyenggol tangan DK dan tertawa kecil. Ia hanya tak ingin suasana terlalu tegang.
"Baik semuanya tolong segera ambil posisi, kami akan mulai." Ucap staff membuat para member bergegas pergi ke tempat yang telah di tentukan.
"Dino, berdirilah agak dibelakang." Perintah staff dan dino menurutinya. Mengenai kondisinya, Dino di tempatkan di belakang agar tidak terlalu banyak pertanyaan yang ia harus jawab saat wawancara.
"Oke. 1,2,3 action ! " Wawancarapun di mulai.
20menit awal semuanya berjalan lancar, beberapa pertanyaan masih bisa dijawab dengan baik oleh dino. Namun lama kelamaan dia mulai tidak kuat untuk berdiri. Beberapa kali ia bersandar pada member yang berada diantara dia. Ia juga sempat membungkukkan badannya. Scoups yang kebetulan berada di belakangnya menyadari itu, scoups pun merasa khawatir.
"Aku harus kuat. Ku mohon bertahanlah hingga selesai." Dino berbicara dalam hatinya.
"Ku yakin dia sangat kesakitan sekarang." Scoups dalam hatinya setelah melihat dino yang tambah gelisah.
Tak lama setelah itu , dino mundur ke belakang dan dia membungkukkan badannya untuk beberapa saat, member yang menyadari itu perlahan merapatkan barisan agar menutupi dino. Nafas dino terdengar berat dan cepat, scoups membalikkan badannya menghampiri dino.
Brukk
Semua sangat terkejut, mereka spontan membalikkan badannya dan melihat Dino telah pingsan. Scoups dengan sigap menangkap tubuh dino begitu ia tak sadarkan diri. Scoups mengangkat dino dan membawanya keluar dari kamera. Wawancara telah di hentikan, syukurnya memang sudah hampir selesai. Scoups kembali ke tempat wawancara untuk memimpin penutupan wawancara. Dan wawancarpum selesai.
"Dimana sekarang dino?" Tanya mingyu
"Dia akan dibawa ke rumah sakit sekarang, mungkin sedang menunggu ambulans." Sahut scoups
Member khawatir, berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri lokasi dino sekarang.
"Sepertinya dia masih diruang tunggu di lantai satu." Scoups
"Bisa jadi, mari kita kesana." Woozi
Member memasuki lift dan turun ke lantai satu. Sesampainya di lantai satu, mereka mendapati dino yang dibaringkan di sofa untuk menunggu ambulance. Wajahnya pucat dan dibasahi oleh keringatnya.
"Aigoo lee chan-aa, buka matamu." Seungkwan mengusap kepala dino
"Aku beberapa kali meliriknya, dia sudah tampak begitu gelisah sejak pertengahan wawancara." Ucap The8
"Benar, akupun melihatnya." Sambung jun
Tak lama kemudian ambulance sampai disana, tampak juga beberapa wartawan yang sudah jelas kepo dengan apa yang terjadi setelah melihat ambulance di gedung tersebut. Beberapa petugas dan ahli medis tampak turun dari mobil ambulance, mereka juga menurunkan brankar dan segera mengangkat dino ke atas brankar tersebut. Kini manager pribadi dino yang menemaninya di mobil ambulance, sedangkan yang lainnya mengikuti di belakang. Beberapa alat medis telah terpasang di tubuh dino.
Sesampainya dirumah sakit ia segera dibawa ke ruang IGD.
"Bagaimana dino?" Ucap Na PD yang datang menghampiri member dan manager dino di depan ruang IGD.
"PD nim, sekarang dia sedang di periksa." Jawab manager. Na PD hanya mengangguk
"Scoups, mending kau dan yang lain kembali ke dorm. Persiapkan barang pribadi yang perlu kalian bawa untuk konser besok." Ucapan na PD membuat semua member menggelengkan kepala.
"Tidak tidak, setidaknya kami harus tahu kondisi dino setelah di periksa nanti." Jawab Scoups mewakilkan semuanya.
Ceklek
Pintu ruang IGD terbuka, seorang dokterpun keluar.
"Dokter, bagaimana kondisinya?" Tanya na PD
"Kami melakukan rontgen, karena itu terlihat bukan seperti sakit perut biasa. Untuk hasilnya belum keluar, mohon bersabar." Jelas dokter
"Tuan Na, bisakah ikut keruangan saya? Kita bahas sedikit pernyataan anda tadi." Sambung dokter
"Oh iya, tentu saja." Na PD dan dokterpun meninggalkan mereka.
Flashback
Na PD menelepon dokter tersebut untuk meminta dia memeriksa kondisi dino. Na PD menjelaskan yang terjadi dengan dino lalu dia juga mengatakan bahwa seventeen akan segera konser. Jadi na PD meminta agar mendapatkan solusi terbaik, agar dino tetap dapat berpartisipasi di konsernya.
"......... Jadi seperti itu dok. Bagaimana kira-kira?" Na PD setelah menjelaskan semuanya.
"Kami harus memeriksa keadaannya terlebih dahulu, setelah itu baru bisa diputuskan. Ini masalah kesehatan, kita tidak bisa gegabah." Ucap Dokter
"Baik, saya mengerti. Terimakasih" jawab na PD
Flashback end
Pov ruangan dokter :
"Tuan Na, saya curiga dino terkena radang usus. Itu sebabnya dia demam dan sakit perut. Lalu dia pingsan saat ini, bisa jadi karena rasa sakit yang hebat di perutnya dan dia tak sanggup menahannya. Apalagi dengan keadaan berdiri, siapa saja yang sedang sakit perut tidak akan sanggup berdiri lama." Dokter menjelaskan kepada na PD
"Langkah terbaik nya bagaimana dokter? Apa dia tidak akan berpartisipasi di konsernya?" Tanya na PD
"Ya yang seharusnya memang lebih baik istirahat. Namun sebagai seorang idol memanglah sulit. Sekarang kita tunggu dan lihat hasil Rontgen nya, setelah itu kita ambil keputusan." Jawab dokter
"Baiklah, terimakasih dok." Ucap na PD lalu ia keluar dari ruangan dokter dan menuju ke kamar dino.
Sekarang semua tengah berada di ruang rawat Dino. Infus yang tertancap di punggung tangannya, dan nasal cannula di hidungnya sangat membuat khawatir.
"Astaga perasaanku sangat tidak enak." Ucap Mingyu mengusap dadanya.
"Sejak dia beberapa kali menyandarkan tubuhnya di diriku, aku sudah sangat khawatir. Pasti dia sedang sangat kesakitan." Ucap Vernon
Tak lama kemudian, dino membuka matanya. Akhirnya dia sadar dari pingsannya yang cukup lama itu.
Semua merasa cukup lega, saat itu juga tombol untuk memanggil dokter ditekan.
To be continued
Please wait
Hari ini cukup banyak waktu jadi bisa up 2 bab hehe
Thankyouu , sampai jumpa <3
KAMU SEDANG MEMBACA
Terimakasih, Dino.
RandomSemua tahu bahwa itu sangat menyiksa. Kau sakit, kau stress. Terimakasih sudah berjuang, uri maknae!
