Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Netra biru sapphire menelisik setiap inci pada isi bangunan tersebut. Ruangan yang sekarang Taufan pijak terlihat gelap dan suram. Satu-satunya sumber penerangan pada ruangan tersebut adalah sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden kumuh yang tidak tertutup rapat. Debu-debu bertebaran di seluruh penjuru bangunan tersebut. Taufan dan Zella mengibaskan tangannya di udara untuk menghalau debu yang membuat pernapasan terganggu. Taufan mendengar suara samar-samar yang berasal dari lantai atas gedung.
"lu denger suara itu?" Tanya Zella pada Taufan dan dibalas anggukan kepala oleh Taufan.
"Ayo kita ke lantai atas!"
Taufan dan Zella menaiki anak tangga menuju lantai atas. Taufan melihat Sunny tengah ditahan oleh 3 laki-laki yang sempat ia temui saat perkelahian. Taufan dan Zella mempercepat langkahnya.
Harl bertepuk tangan sembari menyeringai. "Akhirnya sang pangeran datang juga."
"Woi, Lepasin dia!"
"Lepasin gak iya? Menurut kalian gimana guys?" Tanya Harl kepada 2 anteknya yang dibalas tawa sinis oleh kedua temannya.
"Jangan buang-buang waktu gw, lepasin dia sekarang."
"Santai bro....gw belum selesai bermain dengan pacar lu ini."
Harl menatap ke arah Sunny. Ia mengamati wajah cantik Sunny. "Ternyata selera lu boleh juga, Fan. Gimana kalo Sunny buat gw aja?"
"Cih, menjijikan!"
Mendengar ucapan Sunny, Harl langsung menampar pipi Sunny dengan keras. Suara tamparan nyaring memenuhi ruangan. Emosi Taufan tersulut. Ia mencengkram kerah seragam milik Harl. Taufan hendak meninju wajah Harl, aksinya terhenti setelah mendengar ucapan dari Harl.
"Berpikirlah 2 kali sebelum lu mau nonjok gw. Gw bisa aja nyakitin pacar lu itu."
Taufan melepaskan cengkramannya pada kerah seragam Harl.
"Terus lo mau apa?"
Lagi-lagi Harl menyeringai.
"Gw mau membalas semua perbuatan lu yang tadi."
Harl melayangkan tinjuan pada wajah Taufan membuat Taufan tersungkur di lantai yang kotor. Ia menendang perut Taufan bertubi-tubi.
Sunny tak tega melihat temannya dihajar habis-habisan oleh Harl. Sunny memberontak berusaha melepaskan cengkraman dari 2 laki-laki tersebut.
"Akhh!! Kurang ajar!!" Lazz meringis kesakitan ketika Zella menendang tulang keringnya membuat cengkraman tersebut terlepas. Sunny menendang lutut Sea lalu mendorongnya sehingga cengkraman satunya lagi terlepas. Sunny dan Zella segera menghampiri Taufan.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Savior Brother ✓
Teen FictionHari-hari yang selalu dijalankan oleh Thorn di sekolah selalu dipenuhi oleh rasa takut dan cemas. Luka demi luka selalu Thorn dapatkan setiap harinya dari perlakuan bullying yang dilakukan Solar dan teman-temannya. Mengapa Solar selalu membully Thor...