✨22✨

298 33 1
                                    

Selamat membaca

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Zella masih tak menyangka bahwa Gempa akan memutuskan hubungan dengannya. Ia sudah mengirimkan pesan kepada Gempa untuk mengajaknya balikan, tetapi tidak dibalas olehnya. Tak menyerah sampai disitu, ia juga menelponnya berkali-kali, semua panggilannya tidak diangkat olehnya. Zella berusaha mengirim pesan dan juga menghubungi Gempa berkali-kali. Namun, hasilnya tetap sama, justru nomor Zella diblokir oleh Gempa.

Zella mengacak rambutnya kesal. Ia mengerang frustasi lalu membanting semua benda yang berada di atas meja belajar. Ia tak peduli jika kamarnya berantakan akibat ulahnya. Ini semua salah Taufan, akibat perbuatan dari lelaki tersebut tempo hari membuat Gempa memutuskan hubungan dengan dirinya. Zella membaringkan tubuhnya di ranjang, kedua mata menatap langit-langit di kamar. Sekelebat memori di masa lalu muncul di benaknya.

Sepulangnya dari rumah sakit, seorang gadis tengah sibuk mondar-mandir di kamarnya, raut wajahnya tampak sangat ketakutan dan gelisah. Pikirannya benar-benar kacau saat ini. Zella merutuki tindakan bodoh yang ia lakukan oleh Sunny, bahkan tindakannya diketahui oleh Taufan. Bagaimana jika Taufan memberitahu kepada semua orang bahwa dia yang telah mendorong Sunny dari tangga? Ia tak ingin semua orang mengetahui hal tersebut dan menganggapnya sebagai pembunuh.

Zella merasakan handphone miliknya bergetar di saku rok seragam miliknya. Ia mengeluarkan benda pipih dari saku roknya, membuka pesan yang baru saja masuk.

Harl

Gimana keadaan cewek itu?

Gw gak tahu deh

Dia lagi dirawat di rumah sakit

Lagian lo bego banget, kenapa lu dorong dia?

Kalo dia mati, gimana?

Bacot lo, kayak lu ngerasa gak bersalah aja

Lu juga udah nyakitin Sunny, ingat itu baik-baik

Daripada lu, hampir ngebunuh dia

Kalo dia sampe beneran mati, lo tanggung jawab aja sendiri, gw gak ikut-ikutan

Zella tidak membalas pesan tersebut. Ia yang sudah tersulut emosi langsung melempar handphone miliknya ke ranjang. Semua yang terjadi benar-benar menguras emosinya. Ia berusaha memikirkan bagaimana caranya agar dirinya tidak disalahkan atas kejadian tersebut.

Handphone Zella berdering menandakan adanya pesan yang masuk. Kakinya melangkah menuju ranjang. Ia duduk di tepi ranjang, tangannya bergerak mengambil handphonenya, membuka pesan yang masuk dari orang yang sama. Harl mengirimkannya sebuah video, ia segera memutarkan video tersebut. Senyum miring tersungging di sudut bibirnya, sepertinya gadis tersebut sudah menemukan caranya.

Zella langsung teringat dengan video tersebut. Ia mengubah posisi yang awalnya berbaring menjadi duduk menyandar pada kepala ranjang. Ia mencari video tersebut di handphonenya, ternyata ia masih menyimpan video tersebut. Ia akan menggunakan video tersebut kembali untuk membalas perbuatan Taufan kepadanya tempo hari.

My Savior Brother ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang