✨23✨

507 31 14
                                    

Sebuah kamera yang berdiri tegak dengan bantuan sebuah tripod berwarna hitam. Di dalam kamera tersebut menampilkan seorang gadis cantik yang mengenakan pakaian rumah sakit tengah duduk rapi di atas brankar. Lelaki bernetra jingga terlihat beberapa kali mengatur posisi kamera untuk memastikan video yang akan direkam memiliki angle yang bagus.

"Udah siap?"

Gadis tersebut mengangguk.

Lelaki tersebut menekan tombol kamera, secara otomatis kamera mulai merekam gadis yang masih terduduk rapi di depan kamera. Lelaki tersebut memberi isyarat kepada gadis tersebut bahwa kamera sudah mulai merekam.

"Halo semuanya, saya Sunny, adik dari Solar, ingin memberikan klarifikasi mengenai video yang sedang beredar di sosial media. Banyak dari kalian yang menganggap bahwa teman saya yaitu Taufan membully saya. Anggapan seperti itu tidaklah benar. Taufan melakukan semua itu karena dia diancam oleh seseorang yang menyakiti saya.

Kejadian itu bermula ketika saya mendapatkan sebuah pesan yang menyuruh saya untuk datang ke suatu tempat. Sesampainya disana, saya mendapatkan kekerasan dari 3 laki-laki bernama Harl, Lazz dan Sea. Mereka adalah orang selalu membully murid-murid lainnya di sekolah saya. Taufan dan sahabat saya yaitu Zella datang ke tempat itu. Kedatangan Taufan sendiri bermaksud untuk menyelamatkan saya. Dari pertemuan itu juga, terungkaplah bahwa Zella mengkhianati saya. Dia bersekongkol dengan 3 laki-laki itu untuk menyakiti saya lalu menjebak Taufan sebagai orang yang sudah menyakiti saya.

Lalu, ada juga dari kalian yang mengatakan bahwa penyebab saya koma juga disebabkan oleh Taufan. Pernyataan itu juga salah. Saya mengalami koma karena Zella mendorong saya sampai terjatuh dari tangga."

Solar yang sedari tadi mendengar semua perkataan Sunny, diam-diam mengepal tangannya dengan kuat. Perasaan marah bercampur sedih terhadap semua kejadian yang menimpa adiknya. Ia juga menyesal karena tidak bisa menolong adik yang sangat disayanginya saat itu. Walaupun semua kejadian yang menimpa sang adik sudah berlalu, tetapi perasaan marah bercampur sedih masih bersemayam di hatinya.

"Saya memiliki bukti untuk memperkuat semua perkataan saya," Imbuh Sunny.

Sunny mengambil handphone miliknya, lalu ia memutarkan sebuah rekaman suara yang sempat dikirim oleh Taufan dari awal hingga akhir.

"Kalian sudah mendengarkan rekaman suara ini, bukan? Saya harap kalian berhenti untuk menyebar rumor buruk tentang Taufan dan juga menghinanya. Taufan tidak seperti yang kalian pikirkan, dia adalah orang yang baik."

Solar menekan tombol di kamera untuk berhenti merekam. Setelah selesai merekam, video tersebut mulai diunggah ke sosial media. Video tersebut ditonton oleh banyak orang, termasuk juga ditonton oleh murid-murid di sekolah Taufan. Para murid yang awalnya menghina Taufan kini memuji-muji dirinya. Setiap kali Taufan melewati para murid, mereka langsung melayangkan senyum padanya, tidak ada lagi tatapan tak suka dan sinis yang dilayangkan padanya, padahal mereka menuduhnya habis-habisan kemarin, tetapi Taufan tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut.

Berbicara mengenai video, Taufan sudah menonton video tersebut. Ia sangat berterima kasih kepada Sunny karena telah membantu Taufan dalam meluruskan kesimpangsiuran dari video yang sempat beredar di sosial media.

"Gw udah tahu soal video itu, gw pengen bantu lu."

Taufan yang tengah santai-santainya meneguk minuman kaleng langsung tersedak setelah mendengar perkataan Sunny.

"Lu baru sadar dari koma, mending lu banyak istirahat, gak usah mikirin video itu."

"Gw serius, Fan. Gw yakin Zella sengaja ngirim video itu buat ngejatuhin lu. Masa lu diam saja digituin?"

My Savior Brother ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang