Taufan berjalan menghampiri remaja tersebut lalu meninju wajah remaja tersebut hingga tersungkur ke bawah. Remaja tersebut memegang sudut bibirnya yang berdarah dengan jempolnya akibat tinjuan dari Taufan, menatap nyalang ke arah Taufan. Lagi-lagi, Taufan membelalakan kedua mata terkejut saat menatap remaja tersebut.
"Solar?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mendengar namanya disebut, Solar menyeringai ke arah seseorang yang sangat ia kenal. Solar lantas bangkit, menepuk-nepuk celana sekolahnya yang sedikit kotor akibat tersungkur. Kedua kaki Solar melangkah mendekati Taufan.
"Akhirnya kita bertemu lagi iya?"
Taufan langsung mencengkram kerah seragam milik Solar. "Kenapa lo nyakitin adek gw?! Hah?!"
Solar menepis kedua tangan Taufan yang tengah mencengkram kerah seragamnya, menepuk -nepuk kerah seragamnya seolah-olah kotor.
"Adek lu udah tahu belum? Kalo kakaknya seorang pembunuh." Ucap Solar dengan sarkastik.
Salah satu tangan Taufan mengepal erat di samping tubuhnya, menahan amarahnya yang menggebu-gebu di dalam dadanya.
"Kakak aku bukan pembunuh!" Seru Thorn dengan lantang. Ia tidak terima kakaknya dihina seperti itu.
Solar lantas tertawa sinis. Ia melanjutkan ucapannya yang membuat Taufan tidak menahan amarahnya, "Gw kasian sama adek bodoh lu, kenapa dia harus punya seorang kakak pembunuh kaya lu?"
Bugh!
Satu bogem mentah mendarat di pipi Solar. Taufan sangat membenci seseorang yang berani menghina adiknya. "Jaga iya omongan lu!"
Bogeman yang dilayangkan oleh Taufan menjadi awal dari perkelahian sengit antara Taufan dan Solar. Perkelahian tersebut menjadi pusat perhatian teman-temannya. Gempa menjadi bingung dengan situasi tersebut.
Gempa menoleh ke arah Halilintar berada di sampingnya, lalu ia bertanya, "Sekarang kita harus ngapain?"
"Mending kita selamatin si Thorn dulu."
Halilintar dan Gempa berjalan mendekati Thorn, tetapi di sela-sela perjalanan, mereka dihadang oleh Gopal dan Ying. Halilintar langsung berdecak kesal. Ia menyuruh Gempa untuk menyelamatkan Thorn duluan, sedangkan dirinya akan mengurus Gopal dan Ying. Gempa menghampiri Thorn lalu membawa Thorn untuk menjauh dari arena perkelahian tersebut.
Gopal meninju wajah Halilintar, tetapi langsung dielak oleh Halilintar. Halilintar mendorong Gopal ke tembok, ia meninju tepat pada wajah Gopal yang menimbulkan ringisan kuat dari Gopal. Di saat Halilintar ingin meninju Gopal kembali, aksinya harus terhenti disebabkan oleh tendangan Ying dari arah samping.
"Haishh! Bisa gak lo gak usah ikut-ikutan?" Sekejam - kejamnya Halilintar, ia tetap tidak tega untuk menyakiti perempuan.
"Bacot!" Ying memberikan tendangan pada wajah Halilintar, akibatnya Halilintar tersungkur. Ying hendak menginjak perut Halilintar, dengan gesit, Halilintar langsung menendang betis Ying membuatnya tersungkur.
Perkelahian selanjutnya tidak dapat dihindari. Kini Fang membantu Solar untuk melawan Taufan. Pukulan demi pukulan terus dilayangkan pada Taufan. Dengan gesitnya, Taufan berhasil menghindari pukulan tersebut. Taufan melayangkan tinjuan tepat mengenai wajah Solar lalu ia menendang perut Solar hingga tersungkur. Taufan mendapatkan tinjuan dari arah belakang oleh Fang, ia langsung mengelak. Taufan menarik tangan Fang lalu membantingnya ke lantai. Solar yang telah bangkit dari tersungkurnya langsung meninju pipi Taufan.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Savior Brother ✓
Dla nastolatkówHari-hari yang selalu dijalankan oleh Thorn di sekolah selalu dipenuhi oleh rasa takut dan cemas. Luka demi luka selalu Thorn dapatkan setiap harinya dari perlakuan bullying yang dilakukan Solar dan teman-temannya. Mengapa Solar selalu membully Thor...