happy reading!
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, rupanya di depan kelas Jeri sudah ada Hanif dan Juan yang menunggu. Terlihat punggung mereka bersandar pada jendela kelas. Zahran yang duduk di sebelahnya bahkan sudah tertidur pulas sejak pelajaran terakhir dimulai.
"Ran bangun" Jeri menepuk punggung temannya itu.
Zahran mengucek matanya pelan, "Udah dateng Bu Larasnya?" tanyanya.
"Udah balik Ran" Jeri cekikikan.
Zahran membelalak, "Kok lu gak bangunin gue sih anjing?!"
"Pertama gue bukan anjing, kedua gue udah bangunin lo tapi lo kebo banget sat" jawab Jeri sambil membereskan bukunya ke dalam tas.
"Ah bangsat! Gara-gara si Acel nih ngajak gue mabar ml sampe subuh" gerutu Zahran lalu ikut membereskan bukunya yang berserakan di meja.
Padahal banyak dari teman sekelas mereka yang langsung tunggang langgang meninggalkan kelas sesaat bel berbunyi. Apakah suara decitan kursi tidak mengganggunya.
Saat Jeri dan Zahran keluar dari kelas, Juan langsung menyerbunya.
"Pasti abis molor lu ya?" tebak Juan.
"Belek lu ilangin dulu" kata Hanif.
Jeri, Juan dan Hanif berjalan mendahului Zahran, sambil menahan tawa tentunya "Jer!" panggil Zahran.
"Apaan?"
Zahran berlari menyusul, "Emang bener ada beleknya?" tanyanya dengan raut serius.
"Gak ada, iler noh ada" jawab Jeri.
"ASUUU!!" maki Zahran.
Jeri meninggalkan Zahran yang misuh-misuh di belakangnya, dia merogoh ponselnya yang berdering, dilihatnya ada beberapa pesan masuk dari Ayahnya.
Ayah
|Kk dmn itu?
|Knp blm berangkat les
Jeriko menghela nafasnya pelan, rupanya Ayahnya benar-benar memantau dirinya.
Iya yah, ini kk otw|
|Jangan coba-coba bolos,
|nanti ayah telpon guru lesnya.
Iya|
"Gue langsung deh kayanya" pamit Jeri.
Teman-temannya yang lain berkumpul di parkiran, tadinya Jeri akan mampir ke WJ sebentar tapi waktunya tidak pas.
"Lah gimana? kan lu yang ngajak ke WJ?" tanya Acel.
"Iya gue kangen buk Jum, cuma gue harus les sekarang, Bokap gue udah ngechat" jawab Jeri.
"Yah emangnya bolos sekali gak bisa ya?" tanya Adrian.
Jeri menggeleng, lalu menunjuk ponselnya, "Gabisa, bokap gue mantau dari sini" katanya.
"Iya udah jangan bolos lu, nanti om Sena marah lagi, lagian udah bayar les mahal-mahal kalo kebanyakan bolos mah rugi" ucap Zahran.
"Emang berapa duit sih?" tanya Adrian.
Zahran mendekat lalu membisikkannya sesuatu, "Pokoknya bisa buat beli motor"
Adrian melongo tak percaya, "BENER JER BISA BUAT BELI MOTOR?!" tanyanya menggebu.
