Olivia dan Nadia kini sampai di apartment Olivia. Nadia melihat sekeliling, masih sama dan tak ada yang berubah. Ia tersenyum.
"Sudah cukup lama aku tak berkunjung kesini."
Nadia menyadari ada sebuah mobil terparkir disana.
"Apakah Papamu kesini?"
"Apa?"
Olivia mengikuti arah pandang Nadia. Ia mengerutkan keningnya.
"Umm entah. Ayo masuk."
Nadia merangkul tangan Olivia. Olivia terkejut akan tindakan Nadia yang tiba tiba. Olivia menatap tajam Nadia yang berada dekat disampingnya. Kemudian gelak tawa terdengar dari keduanya.
Olivia membuka pintu apartement perlahan. Ia terkejut melihat seseorang yang duduk di sofa ruang tamu.
"J-jeff?"
"Siapa dia?" Bisik Nadia, namun ia tak mendapat jawaban.
Olivia bisa tahu jika itu Jeff karena dari rahang tegasnya.
Jeff menatap Olivia yang tak berkutik.
"Ap-apa yang kau lakukan d-di apart ku?"
Jeff beranjak dari duduknya kemudian menghampiri gadis itu.
"Tentu saja mengunjungimu. Tidak boleh?"
"Y-ya boleh! Tapi kau jangan seenaknya masuk. Dan.. bagaimana bisa kau tahu password ku?"
Jeff tersenyum miring, lalu mendekatkan dirinya pada Olivia.
"Tidak ada yang tidak bisa dalam kamusku." Jeff berbalik dan kembali duduk di sofa.
"Kalian mau berdiri sampai kapan?"
Dua sejoli yang dimaksudkan, tersadar dan segera berjalan menuju kamar.
"Ah Olivia, tolong buatkan aku minum. Aku lelah menunggumu."
Olivia mendelik tajam pada Jeff. Kemudian ia berjalan dengan menghentakkan kakinya menyusul Nadia menuju kamar.
Jeff menggelengkan kepalanya.
'Tidak akan ada yang bisa mendahuluiku. Bahkan malaikat sekalipun.'
Olivia melempar tasnya ke sembarang arah. Ia melepas sepatunya dengan kasar.
"Dasar gila! Apa apaan orang itu! Masuk tanpa seizinku, dan sekarang? Minta dibuatkan minum? Oh Tuhan.. Mengapa kau pertemukan aku dengan orang sepertinyaa" Olivia menggerutu sembari mengganti pakaiannya.
Ia tak peduli ada Nadia disini. Ia sangat kesal sekarang.
"Vi?"
"Hm."
"Hahh.."
Olivia melihat Nadia yang merebahkan tubuhnya di kasur dengan tangan menyentuh dada kirinya.
"Ada apa denganmu?"
"Olivia!"
"Ck. Apaaa"
"Dia tampan astagaaa. AAAA!"
Bug.
"Akh!"
"Yak! Kenapa kau melemparku?!"
"Jangan teriak bodoh!"
Olivia melempar bantal kecil yang berada di atas meja belajarnya.
"Aishh. By the way, dia siapa? Kenapa aku belum pernah melihatnya? Dan kenapa kau tak pernah cerita padaku?"
Olivia menghela nafas,
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsessed Twins
Casuale"Apapun yang jadi milik kembaran ku akan menjadi milik ku! Termasuk kau!" -Kekerasan -Bahasa kasar -Typo -Maaf kalo ada kesamaan nama
