4.rumah sakit

202 18 1
                                        

Nama ayon bakal diubah ya ges ya, mohon maaf.

_____________________
___________
_____

Ayon berlari entah kemana, mungkin sekarang pikirannya sangat berantakan. Dia berlari dan berlari menuju tepi pantai, entah mengapa dipertengahan jalan yang ingin menuju pantai ia merasa pusing, lemas sekali.

Ayon pun terjatuh diatas pasir pasir pantai yang seperti ingin menyelimuti raganya yang sudah mati.

______________________
______________
____

Ayon terbangun, rasanya susah membuka mata ketika jiwa yang tidak ingin berada didunia.

'Apakah ini akhir dari hidupku? Gelap dan dingin rasanya'

Perlahan ayon menguatkan dirinya untuk membuka mata, aah.. Terang sekali ternyata dia berada di rumah sakit.

Ma - maafkan aku.. Tetapi seharusnya kalian yang meminta maaf pada jiwa yang telah kalian sakiti.

-Ayon Beryl Thalassa

Rasanya ingin menyerah, tapi ia tahu pasti masih ada jalan untuk keluar karna ia masih merasa sedikit hidup, sedikit. Tapi jangan sia siakan itu.

Lemas, seperti sudah tidak ada jiwa lagi didalam raga.

- Ayon Beryl Thalassa

Beberapa menit kemudian ada dokter yang ingin memeriksa tubuhnya.

'Pfft dokter ini masih tetap memeriksa tubuhku yang sudah rapuh ini.' pikir ayon

"Do - dok.. Siapa yang membawa ku kesini? " tanya ayon

"Seseorang itu tidak mau tau kalau kau kenal, ah tenang saja ia juga sudah membayar jadi tidak usah dipikirkan tentang pembayarannya" ucap dokter

Siapa itu? Mengapa dia tidak mau ayon kenal? Hah hidup ini penuh dengan tanda tanya.

"Baiklah atas nama Ayon Beryl Thalassa.. Kamu mengidap kangker stadium 3.." ucap dokter

"Kemungkinan kecil anda hidup lebih lama, jalan satu satunya mau tidak mau oprasi" ucap dokter

Ayon tidak kaget, dia sudah tau dari dulu jadi ia berpikir ingin menghabiskan waktu didunia ini dengan kebahagiaan tapi akhirnya.. Kesedihan.

"Ah.. Tidak usah, aku tidak ingin membuat orang kesusahan karna merawatku.. Jadi tidak usah oprasi, lagi pula aku juga ingin mati " ucap ayon

Dokter itu kaget ketika mendengar kata terakhir ayon. Ah anak ini depresi, kasian sekali, tetapi untuk apa mengasihani seseorang yang membebani orang lain?

"Baiklah.. Saya keluar dulu" ucap dokter

"Oh baiklah terimakasih" ucap ayon

Dokter itu mengangguk dan mengasih obat obatan, setelah itu ia pergi.

Hah rasanya stres ketika merasakan dunia terus memaksaku hidup yang padahal jiwa ini sudah rapuh. Untung saja ia masih mempunyai stock obat antidepresi mungkin ia akan menghilangkan beban beban dulu.

BAHAGIA ||YTMCI BL S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang