🔞
🐺🐮
"pa, pliss gak usah ya? papa kan tau aku gak suka ke desa"
Lagi-lagi tentu saja keluhan Jeongwoo itu tidak digubris oleh Jeongguk, sang papa. Padahal liburan semester musim panas ini Jeongwoo punya banyak rencana dengan teman-teman satu kampusnya untuk menginap di villa dekat pantai, tetapi Jeongguk ingin mengirim Jeongwoo berlibur di kampung halamannya.
"justru karena gak suka harus dibiasakan. toh, nanti selesai kuliah kamu harus kerja disana"
"enak aja, gak lah. aku mah mau kerja kantoran, bukan becek-becekan di sawah"
Jeongguk menggeleng-gelengkan kepala, menutup bagasi mobil. Waktu menunjukkan pukul 6 sore, dimana perjalanan kesana membutuhkan waktu 3 jam kurang lebih, jika tak terhalang macet. Setelah semuanya siap, Jeongwoo pamit pada mama dan papa untuk segera berangkat menuju kampung halaman.
Sekitar jam 7 malam, tiba-tiba saja turun hujan deras, sehingga banyak pengguna jalan berbondong-bondong mencari tempat berteduh. Jeongwoo hanya bisa menguap berkali-kali, sesekali melihat kesamping jendela. Pandangannya mulai buram karena bosan berkendara sendirian, tetapi ia kuatkan karena takut tertidur saat sedang menyetir.
Jeongwoo baru saja sampai di rumah kakek pada jam 10 malam. Ia disambut gembira oleh para orangtua yang sedang minum-minum diteras setelah hujan reda, dan datang seseorang yang seumur Jeongguk membantu menurunkan barang dari bagasi.
"halo cucuku Jeongwoo, sudah besar dan tinggi sekali..kok jarang ke tempat kakek sih?" sapa Jinhyuk, sang kakek, membuat Jeongwoo hanya bisa membungkuk kaku.
"iya kek, sibuk kuliah" jawab Jeongwoo seadanya.
"ah iyalah, anak muda itu ya harus ngabisin waktu mudanya buat belajar biar masa depannya bagus! yuk sini minum sama kakek, biar kerasa hangat setelah hujan"
Jeongwoo duduk disebelah Jinhyuk, menunduk ketika dituangkan segelas rice wine. Sejujurnya Jeongwoo tak terlalu suka mabuk, tetapi sang kakek terus menyemangati untuk minum. Semua orang disana bersorak ketika Jeongwoo menenggak habis isi gelas sekaligus, dan tak selesai sampai sana gelasnya kembali penuh karena dituangkan lagi.
"habis ya? tambah lagi deh, cucuku ini emang jago minum, ya kan?"
"eh, gak ah, kek. aku udah" tolak Jeongwoo buru-buru, sedikit mabuk setelah minum tiga gelas.
"eeeeii, mana bisa begitu? anak muda harus kuat minum! Junghwan, Junghwan! sini! tolong ambilkan dua botol lagi!"
Jeongwoo yang sedang mengurut keningnya karena pusing, dikagetkan dengan kedatangan seorang lelaki yang jauh lebih muda darinya, menyajikan satu nampan berisi dua botol besar rice wine dan beberapa gelas.
"Junghwan, kenalin ini cucuku, Jeongwoo. dia lebih tua 3 tahun dari kamu"
"halo, mas. aku Junghwan" sapa Junghwan, membungkuk. Ia bisa melihat bagaimana gen Jinhyuk sebagian besar turun ke Jeongwoo. Lihatlah betapa miripnya mereka, mulai dari warna kulit dan tegap tubuhnya benar-benar sama meski punya rentang umur yang jauh berbeda.
Jeongwoo tersenyum, terpesona dengan si manis Junghwan. "gue Jeongwoo. salam kenal."
Akhirnya Junghwan juga ikut diantara perkumpulan orangtua itu, duduk disisi kiri Jinhyuk. Awalnya Jeongwoo pikir, Junghwan hanya sekedar orang yang membantu dirumah sang kakek, entah mungkin itu untuk beres-beres atau memasak karena biasanya Jinhyuk menghabiskan hari-harinya di ladang menggarap sawah.
Tetapi ia semakin merasa heran ketika Junghwan mulai dirangkul mesra oleh Jinhyuk, pula dielus-elusnya paha mulus pemuda manis itu yang hanya memakai celana tipis dan pendek. Jeongwoo menggeleng-gelengkan kepala, mungkin ia hanya salah lihat karena mabuk, dan segera menghiraukan semua pikiran anehnya.
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
FanfictionWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)