🔞
🐺🐮
Sudah sejak seminggu Seoul diterpa hujan deras, membawa rasa lega dan juga kecewa secara bersamaan karena kebanyakan tidak bisa pergi keluar. Bagi Junghwan, itu membawa rasa kecewa. Lihatlah bajunya yang lagi lagi lembab terkena hujan ini.
"ck, masih ujan?" tanya Yoshi, dijawab anggukan Junghwan yang masih duduk melihat keluar jendela.
"lu liat aja malah makin deres. ujan ujan gini nih yang bikin masuk angin"
"kata gue sih ini bikin meninggal ya bukan masuk angin lagi"
"lagian ngapain sih lo buka? yang susah tuh gue kalo nganter pesenan tau, bukan lo" gerutu Junghwan.
"yaelah hwan, in this economy jangankan ujan, kiamat pun kalo bisa gue buka setengah hari dah demi dapet duit. nih anter ke apart Seollang ya" jawab Yoshi sambil menyodorkan 2 kotak ayam pada Junghwan.
"ah, apart itu lagi? suruh kak Junkyu aja dah. lu kan tau sendiri isinya kakek kakek aneh semua, gue sering digenitin tau"
"bukan ke kamar yang biasanya. kamar nomer 202. ini last order kok, abis ini lu langsung pulang aja"
Junghwan menghela napas berat, terpaksa mengantar pesanan itu. Mau bagaimana lagi, itu bagian dari pekerjaannya walau hujan semakin deras begini. Ingat, masih ada ibu dan adik adik yang harus ia nafkahi.
Apartemen Seollang cukup jauh dari sini, sekitar 7 kilo. Dan sudah Junghwan duga, memakai jas hujan tidak berguna sama sekali karena ketika ia sampai di pakriran, ujung kausnya bisa diperas saking basahnya.
"202... lantai 2 ya?"
Junghwan menekan bel dengan harap harap cemas, semoga yang memesan bukan orang tua, orang aneh, atau orang tua yang aneh. Entahlah banyak sekali hal hal mengerikan yang biasa ia jumpai ketika mengantar pesanan ke apartemen jelek ini. Apalagi sayup sayup terdengar suara desahan dan derit kasur yang lumayan kencang hingga terdengar keluar, entah kamar yang Junghwan kunjungi ini atau dari kamar yang lainnya.
"selamat siang, saya dari delivery Kanemoto Chicken─w-wow.."
Junghwan tidak berkedip ketika yang keluar menyambutnya adalah seorang lelaki gagah tanpa atasan, mata tajam yang memicing, rambut hitam legam, jangan lupa bahu dan dada tegap dan besar terasa menghantam penglihatan Junghwan sekarang.
"ah iya, terima kasih banyak. maaf gak denger karena tadi abis mandi, lo jadi keujanan karena nganter pesenan gue. oh, mau masuk sebentar? biar gue bikinin teh"
"aduh gede banget.."
"huh?"
"e-eh, maksudnya..g-gak usah! gue masih ada pesenan lain mau dianter, gak usah repot repot hehe" jawab Junghwan gugup cengengesan. Ia mengelap tangan yang basah di celana, lalu mengulurkannya. "gue Junghwan"
"gue Jeongwoo. namanya cantik ya, sama kayak orangnya"
Jangan tanya keadaan Junghwan sekarang. Ia bahkan takut Jeongwoo mendengar detak jantungnya yang terdengar seperti dentuman drum sekarang.
"ini ada tip buat lo sekalian, makasih banyak udah nganter makanan gue ya. hmm, tapi lo keliatan kedinginan.."
"serius gue gak papa kok! ini juga langsung balik ke resto, gak ada orderan lagi"
"gak bisa gue. tunggu bentar ya, bentaar aja!"
Jeongwoo malah masuk kedalam, membuat Junghwan kebingungan ditempatnya berdiri dan kini lelaki itu keluar membawa secangkir teh panas. Sepanas pipi Junghwan yang memerah saat ini yang bahkan gagap mengucap terima kasih lalu menyeruput teh itu ditengah angin hujan deras.
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
FanfictionWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)