The Troublemakers

10.4K 251 29
                                        

🔞

🐺🐮





"kita ucapkan selamat pada So Junghwan, karena berhasil menjabat jadi ketua kelas kita lagi semester ini. tepuk tangan semuanya"

Junghwan tersenyum lebar, eyesmile nya terlihat sangat manis dan tipis dibalik bingkai kacamata. Ia kembali dipercaya oleh kelas 12-2 menjadi ketua kelas. Memang sudah menjadi peraturan bahwa setiap kelas akan memilih kembali ketua setiap semester, supaya tidak terjadi perdebatan berkepanjangan dari pihak yang belum sempat terpilih, dan juga memberikan kesempatan yang sama pada setiap murid.

"kita bisa apaaa coba kalo ketuanya bukan Junghwan?" ucap Jiyeon, menghampiri meja Junghwan setelah bu Kim keluar kelas.

Hongjoo mengangguk. "iya, lebih dari setengah kelas kita juga tau kalo Junghwan udah jadi ketua dari kelas 11"

"kalian inget gak gara-gara cctv yang Junghwan ngusulin buat pasang itu, kita-kita gak jadi dihukum!"

"tapi dia juga kan yang ngeyakinin kepala sekolah abis itu? keren deh pokoknya"

"semuanya, makasih buat kepercayaan kalian ke gue" balas Junghwan. "gue harap kita selalu jadi kelas yang kompak sampe lulus nanti. yaudah, urusan ini udah kelar kan? yuk ke lapangan, pak Joo udah nunggu"

Junghwan memperhatikan teman-temannya yang keluar kelas, lalu menoleh kearah belakang sambil menghela napas. Lagi-lagi, ya lagi-lagi yang tak ikut olahraga ada Jeongwoo, Jaehyuk, dan Haruto, ketiganya adalah murid yang tidak menyukai keberadaan Junghwan.

Junghwan berjalan menghampiri ketiganya yang malah tertidur pulas, bukan menyusul ke lapangan.

"woo, to, jae, ganti baju semuanya cepet. pak Joo bentar lagi nyampe" ucap Junghwan, menepuk pundak mereka satu-satu.

"heh, gue bilang bangun! lo pada udah berapa kali absen olahraga, hah?!"

"gue gak bisa ngomong lagi ke pak Joo. sekali dua kali gue izinin, tapi kali ini gak ada lagi! udah cepetaaaan bangun atau gue guyur lo semua pake air wc!"

Jaehyuk menggebrak meja. "ck, berisik! mulut lo harus disumpel pake apa sih biar diem?"

"lo gak liat kita semua lagi ngantuk? dah dah sana, tinggal bilang ke pak Joo kita bertiga dah cabut dari sekolah" Haruto menimpali dengan suara ngantuknya.

Junghwan menahan marah, berkacak pinggang. Ia akui, tugas pemimpin itu tidak mudah. Menghadapi anak-anak bengal macam Jaehyuk, Jeongwoo dan Haruto menjadi syarat tak tertulis bagi siapapun yang satu kelas dengan mereka.

"apa sih cantik, marah-marah terus. nanti gue entot nih" Jeongwoo yang terbangun mengangkat kepala, meremas gemas pantat Junghwan dari belakang. Tangan nakalnya itu langsung dipukul oleh sang ketua kelas dengan kesal.

"Jeongwoo ih, tangan lo!"

"kenapa tangan gue? enak? sini abang remes lagi dek"

"kok lo doang yang megang, woo? gue mau juga" kekeh Haruto, meraba dada Junghwan dan mencari tonjolan merahnya.

"heh, ngapain lo megang-megang tete gue?!"

"yaudah kalo gitu lo aja yang megang kontol gue hwan" Jaehyuk pun ikutan, menarik tangan sang submisif untuk mengelus penisnya.

Junghwan menghempas semua sentuhan-sentuhan tersebut, sambil menghentakkan kaki gusar langsung keluar kelas. Yah, bisa dibilang setiap kali Junghwan hendak mendisplinkan, ia selalu mendapat pelecehan seperti itu dari ketiganya. Dipegang, dirangkul, dicium, dan masih banyak lagi. Junghwan tau badannya memang ramping namun berisi, siapa yang tak nafsu jika disuguhkan badan seindah itu bukan. Jadi ia membiarkan Jeongwoo, Jaehyuk dan Haruto melakukan hal itu.

Vehement [WooHwan]Where stories live. Discover now