🔞
🐺🐮
"semua kerjaan emang beresiko, woo."
"tapi ini resikonya kegedean jing???"
Jeongwoo mengaduh ketika kepalanya dipukul kertas skenario oleh Asahi, asistennya. "kalo lo emang gak bisa, gue bisa minta kak Ruka, managernya Hanni buat batalin kontrak. mumpung belom lama─iya iya gak" ucapnya ciut melihat lirikan sadis sang sutradara.
Jeongwoo tau seberapa beresiko untuk dirinya berkecimpung di industri film dengan klasifikasi usia yang tak banyak dibahas umum, tak pula akan bersanding dengan film lain di layar lebar meski epik sentuhan tangan sang sutradara didalamnya. Ia hanya tidak siap menerima bahwa orang-orang yang ia kenal tentu tidak terhindar dari resiko tersebut.
Junghwan, cinta pertama Jeongwoo, akan membintangi film dewasa yang dirinya sendiri sutradarai.
"gue mana tega ngebiarin dia dientot ama orang lain depan mata gue"
"lo pikir selama ini lo liat orang ngentot pake apa, pake lobang idung??"
"it feels weird u kno?"
"no I'm not. udah ah ngaco, ngapain ngasihanin artis pelem porno"
Selanjutnya yang terjadi adalah Asahi yang memekik karena dijambak Jeongwoo. Ia buru-buru menepikan mobil tepat didepan apartemen sang sutradara. Jeongwoo menghela napas pasrah, tak ada pilihan lagi selain segera naik lift menuju unit kamarnya.
"bener kata kak Sahi apa batalin aja ya"
"tapi setau gue filmnya bagus-bagus kok.."
"I can't be unprofessional, right?"
"tapi kalo setelah ini gue ama Junghwan jadi asing lagi gimana?"
"fuck, gak bisa mikir"
Akhirnya Jeongwoo duduk di sofa setelah mandi, pikirannya sedikit segar setelah pulang dari menjalani hari yang panjang. Ia mengambil ipad, mulai mengulik judul-judul film apa saja yang Junghwan bintangi.
"angle mana aja juga cantik banget, gak berubah sejak dulu"
Jeongwoo bertopang dagu, sepanjang menonton hanya fokus pada mimik wajah Junghwan yang sedang berakting. Tibalah di saat adegan dewasa yang menjadi inti dari film tersebut, tentu saja. Lelaki itu melotot ketika melihat Junghwan bercumbu begitu nafsu dengan lawan mainnya.
Jeongwoo mengulum bibir, meneguk ludah berat mendengar suara desahan panjang Junghwan dan badannya yang terhentak-hentak di kasur. Adegan demi adegan begitu menghipnotis penglihatannya, apalagi dengan tampilan wajah sang aktor yang keenakan disetubuhi menginvasi layar benar-benar membangkitkan sesuatu dalam diri Jeongwoo.
"ck.."
Buru-buru Jeongwoo melepas celana dan membebaskan yang sesak dibawah. Ia meludahi tangan sendiri, mengocok penis yang sudah tegang maksimal. Jeongwoo bahkan tidak sadar ini pertama kali gairahnya muncul lagi setelah sekian lama, mungkin sudah lama sekali.
"huft, lega juga ya akhirnya bisa ngocok sampe kelar. tapi ya jadi masalah juga, kalo gue cemburu di lokasi syuting gimana dong?" gumam Jeongwoo yang sudah sedikit berkeringat, sedetik sebelum akhirnya ia terlonjak turun dari sofa karena mendapat ide.
🐺🐮
"bener ternyata Jeongwoo yang itu kan.."
Junghwan terdiam didalam bathub, sambil memeluk lutut lama sekali sejak tadi. Tidak hanya Jeongwoo, tentu ia pun juga tidak percaya hal ini akan terjadi. Padahal selama ini Junghwan benar-benar mencoba untuk menjauhi bertahun-tahun semua orang yang ia kenal sebelum memasuki pekerjaannya yang sekarang, namun sayang dunia memang sesempit itu.
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
ספרות חובביםWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)