🔞
🐺🐮
"kamu masih sempet bercanda ya sekarang?"
"uhm..g-gimana pak?"
Plak!
Jeongwoo hanya bisa diam menerima ketika ditampar oleh setumpuk kertas yang ia serahkan pada sang atasan.
"laporan kamu itu makin hari makin kayak sampah. masa iya bisa sampe segini kesenjangan pemasukan kita?!"
"t-tapi saya cuma nerima laporan─"
"kalo bukan karena orangtua kamu ninggalin hutang, dari awal udah saya tendang kamu keluar! dan kamu harusnya tau, orang-orang yang pernah saya depak akan susah, bahkan sampai ngemis-ngemis buat cari kerja lagi. kenapa? karena semua cabang dan waralaba perusahaan yang ada di daerah ini dibawah kendali saya. kamu ngerti sampe sana?!"
Jeongwoo mengangguk, lalu berjongkok untuk memunguti kertas-kertas yang berhamburan dibawah kaki Jaehyuk─atau yang biasa dipanggil direktur So.
"ketik ulang semuanya dengan urutan yang benar, kasih ke saya jam 7 waktu saya kembali kekantor" ucap Jaehyuk sambil memakai jas nya, bersiap untuk rapat.
"eh, saya kan pulang jam 5.."
"masih niat kerja disini?"
Pertanyaan retoris Jaehyuk barusan membuat Jeongwoo tidak berani membantah lagi, membungkuk dalam lalu segera keluar dari ruangan.
Beginilah kehidupan kantornya. Padahal Jeongwoo adalah lulusan terbaik dari kampusnya, dan berniat untuk melamar kerja di perusahaan ini karena tau sang mama papa memiliki hutang. Jeongwoo berharap ia bisa membayar sekaligus mencari pengalaman, karena punya impian besar untuk segera pergi bekerja ketempt yang lebih besar setelah melunasi hutang.
Tetapi ternyata hampir semua tidak berjalan sesuai keinginan Jeongwoo.
Perusahaan sebesar dan sebagus Fartech So tiba-tiba kehilangan seorang pemimpin sebaik Pimpinan So Euihyuk, orang yang seharusnya Jeongwoo balas budinya. Dan sekarang jabatan direktur jatuh ke tangan sang anak yang kejam, So Jaehyuk.
Semua peraturan tentang hutang itu berubah, dimana bunganya jadi hampir mencapai 50%. Jeongwoo harus diperlakukan tak semestinya oleh Jaehyuk, atau direktur So, sampai hutangnya selesai. Jeongwoo dendam bukan main.
"sabar ya woo, gue tau dia pasti gak beneran maksud buat bikin lo tertekan gini.."
"gue temenin lembur mau gak? kalo sampe jam 7 gue masih bisa sih"
"hyun, beliin kopi gih, kasian si Jeongwoo. lo tau kan direktur kita kalo marah bikin panas kepala"
"lah kok gue? lo aja sana, males gue ke lantai bawah lagi"
"ck, keluar lo semua dari meja gue kalo gak penting!" seru Jeongwoo berang, membuat semua teman-temannya yang hendak menghibur langsung terbirit-birit menjauh.
"lo kenapa gak bales aja sih kelakuan pak Jaehyuk? gue juga kesel banget dari awal, dia cuma baik ama karyawan cewek doang" ucap Wonbin, duduk disebelah Jeongwoo yang mengetik di komputernya tanpa semangat.
"lo aja sana"
"lo juga sih. makanya kerja yang bener, jangan tidur pas lagi rapat"
"ya dikasih lembur mulu ngentot, gimana gak ngantuk gue"
Wonbin menopang dagu, mengiyakan perkataan Jeongwoo. Tidak lagi terhitung berapa kali Jeongwoo harus pulang larut malam dari kantor, karena menyelesaikan hal-hal diluar jobdesk dan ketentuan seperti ini.
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
FanfictionWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)