🔞
🐺🐮
"gimana?"
Junghwan menghela napas, menggeleng-geleng. Ia sedikit melempar hp ke kasur saking kesalnya, menunjukkan apa yang ia lihat di hp pada Jeongwoo. Lagi-lagi. Lagi-lagi video cover lagu yang mereka unggah di youtube tidak sesuai ekspektasi. Jumlah tayangannya tetap tak bergerak dari angka 100, berbulan-bulan tanpa hasil.
"capek-capek ngulik, capek-capek gue ngafal, gak juga rame. mana harus bayar kontrakan" gumam Jeongwoo, meletakkan gitarnya di sudut kamar.
"editan gue kurang menarik kali ya"
"justru kalo editannya rame tar norak"
"atau kita cover dua lagu dalem satu video, biar durasinya panjang"
"satu lagu aja bisa take berapa kali, kalo dua yang ada keram pantat gue diem berjam-jam didepan kamera"
"duuuh terus gimana dong??" tanya Junghwan frustasi.
"makanya dibilang dari awal gak semua orang bisa berkarir di sosmed, lo segala ngide sih"
"jadi sekarang nyalahin gue?"
Jeongwoo menggulirkan mata, malas berdebat. Ia menyaut handuk di kasur dan segera pergi mandi untuk bekerja sebagai ojek online.
Jeongwoo dan Junghwan. Keduanya teman terpaut 4 tahun, bahkan saking dekatnya sudah bisa dibilang seperti saudara kandung. Tinggal dan besar bersama di panti asuhan selama 15 tahun, lalu kabur dari tempat tua itu dan berusaha saling menghidupi sembari Junghwan yang masih berusaha lanjut bersekolah. Beberapa bulan belakangan ini mereka tengah mencari penghasilan lewat sosial media, tetapi seperti yang kalian dengar, itu memang tak mudah. Bersamaan dengan semua tagihan yang harus dibayar, tak ada satupun lembar uang yang bisa diharapkan dapat mencukupi.
"dengan bapak Kanemoto Yoshi?"
Motor Jeongwoo berhenti didepan seorang lelaki yang memakai kemeja pendek didepan sebuah kantor, mengangguk dan segera naik ke boncengan.
"kerja dikantor itu ya, pak?"
"ada urusan sama rekan bisnis"
"wah, bapak kenal sama karyawan disitu?"
"gak, justru saya cuma kenal direkturnya"
Jeongwoo mendecak kagum dalam hati karena ternyata penumpangnya ini adalah kenalan seorang pemilik perusahaan. Keren banget, pasti ngomongin bisnis miliaran ini, batinnya.
"kayaknya saya gak asing sama muka dan namamu, pernah liat di youtube tapi lupa"
"eh, iya. bapak tau video saya?" tanya Jeongwoo sumringah. Baru kali ini ada orang asing yang tau soal itu, senyumnya lebar bukan main.
"yang nyanyi nyanyi itu, bener kan? satu lagi siapa? adek?"
Jeongwoo mengangguk.
"padahal suara kalian bagus, apalagi suara adekmu. tapi peminatnya belom banyak"
"hehe begitulah pak, belom bisa pasang adsense. namanya juga usaha"
"berarti harus ganti konten yang lebih menarik perhatian dan ekstrim daripada itu"
"eh, gimana..?"
Yoshi terkekeh, lalu turun ketika motor Jeongwoo berhenti didepan apartemennya. "saya punya penawaran bagus buat kalian berdua. bisa mampir ke tempat saya sebentar?"
"kayaknya saya masih mau ambil penumpang lagi.."
"saya bisa bikin kamu ngehasilin berkali-kali lipat dari kerjaan yang sekarang. ayo, cuma sebentar kok"
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
FanfictionWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)