🔞
🐺🐮
"pergi...gak...pergi...gak"
Tuk.
Kelopak bunga terakhir itu jatuh, menandakan berakhirnya perhitungan hari ini. Sudah tahun ke 13 sejak Junghwan dibuang oleh wanita tua jahat itu, yang dengan berat hati harus ia panggil ibu. Junghwan tau ibu memang tak berkenan akan kehadirannya sejak lahir, begitupun mungkin dengan sang ayah yang tak tau dimana. Ia mendengus, menyibak pangkuan yang bertabur kelopak bunga dan segera bangkit dari posisi duduk.
"kak Junghwaaan"
Seorang bocah melompat ke gendongan Junghwan. "aku mau kue yang ada di kulkas dong"
"gak bisa sayang, itu buat ibu pulang besok. biar aku bikinin puding aja, mau?"
"mauuuu mau mau! cokelat campur stroberiii"
"hahahah puding cokelat gak bisa dicampur stroberi, Yunghyeon"
"bisaaa bisa tau!"
Junghwan dan Yunghyeon masuk kedalam rumah sederhana, yang disana berisi 30 orang lainnya tengah melakukan kegiatan dan sibuk sendiri. Bahkan tak semua anak terlihat di ruang tengah, masing masing mungkin melakukan sesuatu dalam tiap sekat rumah tersebut. Diantara 30 orang itu Junghwan lah yang paling tua, karena itu ia kadang menggantikan peran sang ibu panti, bu Jung, untuk mengurus seisi rumah bila beliau tak ada di panti.
"kak, katanya kak Jeongwoo bakalan dateng sore ini?" tanya Eunchae sambil mengaduk sayur di panci untuk makan malam.
Junghwan mengangguk. "iya seinget aku, kenapa?"
"dia akhir akhir ini sering banget kesini, saking senengnya ama anak kecil"
"seneng ama anak kecil apa seneng bisa ketemu ama kak Junghwan?" sindir Yena, membuat Junghwan tersipu malu
"ih apa sih yen, aneh aneh aja kamu"
Yah, seisi penghuni panti juga sudah tau tentang kedekatan Junghwan dengan Jeongwoo, anak pemilik yayasan yang baik hati itu. Umur mereka tak berbeda jauh, membuat keduanya dengan cepat akrab.
Baru saja Junghwan selesai mandi dan merapikan kamar, bersiap bergabung dengan anak anak yang lain di meja makan, namun terdengar suara klakson mobil yang sangat mereka kenal. Dengan cepat meja makan langsung kosong karena semuanya menunggu di pintu, hingga muncullah sosok gagah penuh senyum itu keluar dari mobilnya.
"halo sayang.. siapa yang mau donat?" Jeongwoo mengangkat tentengannya yang berisi dessert, langsung di serbu oleh antusias dan teriakan bocah bocah tersebut.
"haduh kak, kalo gini caranya nanti adek adek gak mau makan malem" keluh Junghwan mengambil alih bawaan Jeongwoo, bibirnya manyun gemas mengundang tawa gemas yang lebih tua.
"yaudah, kasihnya nanti sesudah makan malem aja ya"
"iya, pasti. oiya, kak Jeongwoo cari ibu ya? ibu belom pulang, ke kota kemaren malem"
"siapa yang cari ibu? orang aku mau ketemu kamu"
"iih kak!"
Yena dan Eunchae terkikik dibelakang melihat interaksi menggemaskan itu, menyenggol nyenggol Junghwan dan menggodanya.
Jeongwoo duduk manis di meja makan, menyuapi Nari yang belum bisa makan sendiri sambil memangku Yunghyeon. Ia benar-benar dekat dengan seluruh anak anak panti, tak peduli kemeja mahal yang dikenakan kini terkotori remah makanan atau air liur dari anak anak yang memanjati punggung lebarnya. Siapa yang tak kagum melihat kerendahan hatinya ini?
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
FanfictionWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)