🔞
🐺🐮
"kamu kenapa sih cemberut gitu? senyum yang manis dong"
Junghwan melempar rokok yang sudah pendek itu ke asbak, mendengus bosan. "kakek kakek lagi, kakek kakek lagi! bunda kenapa sih jarang cariin aku yang masih seger umur 30 an???"
"udah gak banyak yang umur segitu nyari kita nak, bunda liat dimana mana pada nikah karena pengen uang tunjangan dari pemerintah! tinggal sisa bangkotan bangkotan banyak duit aja"
Bunda Lisa, pemilik bar prostitusi itu memberikan sentuhan akhir pada Junghwan, pelacur didikannya itu untuk segera menemui tamu. Junghwan kini sudah terlihat seksi dan cantik, dan ogah-ogahan menunggu jemputan menuju hotel.
"pelanggan kamu yang satu ini tajir banget loh, apalagi baru aja cerai sama istri. kalo kamu bisa ngambil hati dalam semalam, dia katanya bakal ngasih bonus yang gede" iming iming Lisa, tetapi tidak merubah raut masam Junghwan.
"tetep aja ilfeel bun, pasti kontolnya kecil!"
"yang penting lakuin aja, walaupun kamu pura-pura enak. udah biasa kan?" ucap Lisa lagi sambil merogoh laci, mengeluarkan sebotol viagra. "minum ini sebelom tempur deh kalo gitu, cukup satu pil aja"
Sayang sekali Junghwan tidak mendengar apa kata Lisa, langsung menyaut botol obat dan naik ke taksi. Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke hotel dan segera duduk di lobby, menunggu om Seunghyun, pelanggan Junghwan tersebut. Selama menunggu, banyak laki-laki yang awalnya hanya lewat jadi ikut duduk di lobby demi menonton badan seksi Junghwan.
"sabar Junghwan sabar, lakuin aja seperti biasa. lo cuma perlu dientot dan nerima duit seperti biasa. kalo udah cukup, pasti bisa lanjut sekolah. sabaaar" gumam Junghwan sambil mengelus dada.
Sedang komat kamit menenangkan diri, tiba-tiba ada yang mengelus bahu polos Junghwan dari belakang. Seunghyun.
"cantik, udah lama nunggu?"
"haiii omm!" sapa Junghwan balik dengan ceria, menyambut pelukan Seunghyun. Ia sedikit kaget karena pelanggannya itu tidak seperti bayangannya, masih terlihat gagah dan tinggi meski rambutnya sudah banyak memutih. "iya lamaa! aku kan udah gak sabar mau megang kontol om"
"emang bener bener ya Lisa, pinter banget nyariin saya yang paling binal.."
Seunghyun mengecup bibir pelacurnya berkali-kali, tak lupa tanggan menggerayang meremas pantat Junghwan.
"e-eh, jangan disini, om. kita langsung kekamar aja yuk? pasti om juga udah gak sabar"
Mereka masuk ke dalam lift, beserta satu orang cleaning service yang kebetulan hendak naik juga. Seunghyun langsung menyerang Junghwan lagi, memojokkannya ke sudut lift dan menyesap bibirnya nafsu.
"om aku malu sama ob nya, nanti aja dikamar ya?" bisik Junghwan mendorong dada Seunghyun, panik dan canggung karena merasa mata sang cleaning service melirik tajam dari sudut matanya sedaritadi. Entah itu benar atau perasaan Junghwan saja, yang pasti rasanya sangat tidak nyaman.
Untung saja lift sudah sampai di lantai 3, tempat dimana Seunghyun menyewa kamar. Ia menggendong Junghwan dengan kedua tangan dan segera memboyong ke kamar dengan tidak sabar. Sekilas Junghwan melihat cleaning service itu lagi-lagi menatapnya dan Seunghyun bergantian, dan terlihat menggumamkan sesuatu. Entah kenapa, ia tidak bisa melupakan bentuk mata itu.
Seunghyun menurunkan Junghwan di lantai, dan langsung duduk di kasur sambil membuka celana. Ia meminta Junghwan untuk melakukan blowjob terlebih dahulu sebelum mereka ke permainan inti.
YOU ARE READING
Vehement [WooHwan]
Fiksi PenggemarWooHwan Oneshot. 🔞 Jeongwoo, Dom Junghwan, Sub bakwanseember, 2024.
![Vehement [WooHwan]](https://img.wattpad.com/cover/353559691-64-k361822.jpg)