3. Hal aneh yang tidak disadari

173K 2.4K 9
                                    

Sebelum memasuki kamar mandi, Megan kembali membawa pandangannya menelusuri kamarnya, tetapi detik berikutnya dia mengenyahkan pikirannya dan membawa langkahnya memasuki kamar mandi.

Satu per satu pakaian yang melekat pada tubuhnya mulai dilepaskan. Dia berjalan ke arah shower dan memposisikan tubuhnya tepat di bawah shower tersebut. Kemudian, buliran air hangat dari shower itu mulai membasahi tubuhnya. 

Namun, pikirannya melayang pada mimpinya. Entah kenapa dia bisa memimpikan hal yang seperti itu, tetapi anehnya dia merasakan mimpi itu sangat nyata. 

Bahkan, dia benar-benar mencapai puncak kenikmatan hingga terbawa ke dunia nyata, setelah itu barulah dia terbangun. 

Saat ini pikirannya menjadi linglung. Air yang menetes dari shower masih membasahi tubuhnya. 

Semakin dia berusaha untuk mengenyahkan mimpi itu, semakin dia terpikirkan oleh mimpi tersebut.

“Kamu wanita c*bul, Megan!” serunya. Dengan cepat menyelesaikan acara mandinya, lalu keluar dengan berbalut handuk yang menutupi bagian penting tubuhnya. 

Sebelum berdandan, dia terlebih dahulu mengambil ponselnya yang sudah dicharge semalaman. Menyalakan ponsel tersebut, lalu memesan makanan melalui sebuah aplikasi.

Setelah itu, barulah dia menempatkan tubuhnya di depan meja rias dan memulai kegiatan berdandannya dengan memoles riasan tipis. 

Hingga, saat ini dia pun selesai dengan kegiatannya, tetapi entah kenapa dia merasa sangat tertarik melihat cermin yang ada di depannya. Bahkan, dia menatap dengan lekat. 

Tangannya dengan perlahan terangkat, menyentuh cermin yang merupakan pantulan dirinya dengan tatapan seakan kosong. Namun, detik berikutnya dia kembali pada kesadarannya dan segera menarik tangannya.

Dia segera beranjak dari cermin itu sembari mengenyahkan hal horor yang berada di pikirannya. Kemudian langsung mengganti pakaian dan mempersiapkan barang-barangnya. Setelah itu dia pun segera turun ke lantai bawah. 

Tidak berselang lama, bel rumahnya berbunyi. Membuatnya dengan segera berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu tersebut yang terdapat pengantar makanan yang dia pesan tadi.

Akan tetapi, pengantar makanan tersebut melihat aneh kepadanya dan juga terlihat sangat tergesa-gesa. Seakan ada yang ditakuti oleh pengantar makanan itu. 

Setelah memberikan makanan tersebut, pria itu langsung berlari menjauh. Membuat dahi Megan terlihat mengerut dan juga merasa heran. 

“Aneh!” gumamnya. Segera menutup pintu rumah yang baru dia tempati itu dan membawa makanan yang dia pesan ke arah meja makan. Kemudian, segera menyantapnya, sembari jarinya membalas pesan yang dikirimkan oleh kekasihnya.

Setelah selesai, dia pun keluar, tetapi lagi-lagi tetangganya menatap aneh kepadanya.

“Apakah wajah Asia-ku terlalu mencolok? Apakah mereka tidak biasa melihat orang Asia di sini?” tanyanya kepada dirinya sendiri. Mengabaikan tatapan itu, lalu memasuki mobilnya.

Dia mengendarai mobilnya menuju kampusnya yang memang sedikit cukup jauh. Sekitar 25 menit berkendara, akhirnya dia pun sampai di kampusnya.

Dia memarkirkan mobilnya, kemudian keluar dari mobilnya dan memasuki pekarangan kampus tersebut. 

Suasana di kampus dan di rumahnya barunya sangatlah berbeda, tetapi menurutnya karena dia baru menempati rumah itu dan dia belum terbiasa dengan suasana tersebut.

Hantu Tampan Penghuni Rumah Kosong 21+++ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang