Dua tiga sapu tangan
Ada tiga perempuan bahas mantan.
Empat lima anak buaya
Tak lupa bahasa pangeran tampan idaman Kiara
************
Jadi pengangguran benar-benar gak enak yah. Didalam kamar dari pagi sampai sore bengong sendirian. Udah gitu Mama pergi, ngumpul sama teman-temannya entah kemana. Aku kadang berfikir, kenapa cinta itu ujungnya bikin sengsara yah ? Bikin aku kayak satpam di rumah sendiri setiap harinya seperti ini. Ada benarnya Ayah ngelarang aku pacaran.
AH!
AKHHHH!!
AKHHHHHHHHHHH!!!!!!!
ASU!!!
Tapi nasihat Ayah datang diwaktu yang gak tepat soalnya aku juga mulai suka sama cowok tadi pagi ketemu di depan pagar rumah. Iya, dia, Kak Irzy.
"Assalamualaikum, Kia," ucap seorang di depan rumah.
"Waaalaikumsalam, bentar," balasku membukakan pintu.
"Kia,"teriak Karren heboh.
"Hy Kia," susul Lenni baru pulang dari Korea.
Ini sahabaku satu lagi. Gayanya yang tomboi dan selalu bersikap tenang berbanding terbalik dengan Karren yang feminim dan heboh plus petakilan.
"Ah, Kalian, aku kangen," ucapku penuh pelukan manja layaknya Teletubbies menang lotre. Jingkrak-jingkrak an kegirangan.
Syukurlah, teman-teman ku datang dimomen aku butuh teman cerita. "Lenni, kamu pulang kapan?" tanyaku amat riang.
"Kemarin malam, paginya langsung sekolah sekalian bawain oleh-oleh tapi lo gak ada. Btw kenapa bisa jadi gini sih Kia ?"
"Gara-gara si anak kampret tuh jadi nya aku begini." Aku pasang muka cemberut.
"Oh dia yang udah jadi mantan lo," singgung Lenni.
"Najis. Aku gak mau anggap dia mantan." Hal yang paling aku tidak terima di dunia ini salah satunya mengakui anak sialan itu jadi orang yang pernah aku cintai dulu.
"Ah jangan bilang gitu akh. Ntar kangen loh," sambar Karren sambil nyemilin brownis.
"Gak, lagian aku juga udah move on kok," balas aku malu-malu kesenangan.
"Move on ?" ucap Karren penuh penasaran. Temanku ini selain heboh dia juga sosok yang tingkat kekepoannya tinggi. Yang menonjol diantara aku dan Lenni adalah ia yang paling cantik. Kami akui itu.
"Jangan-jangan udah nemu yang baru nih. Siapa ?" Lenni ikut-ikutan kepo.
"Kak Irzy," balasku keceplosan.
Mampus!! Apa sih Kiara, kenapa keseleo gini mulutku. Duh, ketahuan mereka berdua deh.
Lenni keluar dari kodratnya yang kalem dan tenang begitu nama Kak Irzy aku lontarkan. Ekspresi kagetnya nampak jelas di kedua mataku.
"APAAN!! "
"KAMU SUKA SAMA DIA ?" kata Karren menjatuhkan brownis dari mulutnya.
"Kalian kenal," tanya aku agak gugup.
"Siapa yang gak kenal dia Pangeran Intorver. Murid kelas dua belas yang irit ngomong!! Murid gaib !!!" kata Lenni kesurupan Karren. Ikutan heboh.
Aku menganggukan kepala. "Awalnya agak misterius sih orangnya tapi kalo aku tegesin dia asik diajak ngobrol kok. Bahkan hampir nyaman. Masa masih aja ada sih cowok manis gitu tapi dingin," bantah aku tak terima Kak Irzy dibilang murid gaib.
"Iya sih manis, kamu gak kesambet 'kan bisa suka sama dia?" tanya Karren masih kaget dan mengunyah brownis ku.
"Enggak, aku tuh kalo deket dia, perasaanku senang banget dan kalo jauh dari dia itu bawaan gelisah dan kangen banget. Itu tandanya aku mulai jatuh cinta 'kan sama dia?" ungkap aku terang-terangan sampai Karren dan Lenni tak mampu menyembunyikan senyumnya.
"Iya sih. Btw dia pernah jadi trending topik di sekolah."
"Kenapa Ren?"
" Kak Salwa nembak dia di lapangan pas istirahat tapi ditolak mentah-mentah. Katanya dia kaus kaki Kak Salwa beda-beda warna kiri dan kanan. Kata Kak Irzy warna saja gak kompak apalagi hubungan nanti. Gila, sakit banget itu. Malu lagi," cetus Karren tertawa terbahak-bahak.
Aku juga ikut. Habisnya lucu sekali alasan kakak manis itu.
"Salwa, yang primadona kelas 12 A itu. Iya lagian merasa sok cantik banget ? Kok aku gak tahu ya ?" Aku ikutan julid.
"Iya. Sedih banget. Kejadian pas lo gak masuk sekolah karena sakit. Kok lo jadi kesal gitu. Cemburu yah Kak Irzy ada yang naksir," ledek Lenni buat aku cemburu beneran.
"Memang tidak pantas Kak Salwa dapetin dia. Cuma aku."
"Iya, iya Kiara yang terbaik di jagat bumi ini,"ujar Karren berlebihan sedangkan Lenni menggeleng heran.
"Terus lo udah gak suka sama Kak Kevin, kakak gue. Tadi pas anterin gue kesini dia nitip salam buat lo," lanjut Lenni berkomentar.
"Maaf, aku udah gak suka soalnya udah dialihin sama Kak Irzy. Lagian kakak kamu juga cuek sama aku semenjak ketemu temannya di Korea,"kataku.
"Tapi kata teman-temannya di sekolah kalo Kak Irzy tidak pernah ikut ekskul sama sekali semenjak kelas sepuluh. Dia malas ngumpul-ngumpul begituan. Dia baru ngobrol sama orang kalo ada tugas kelompok. Udah gitu kerjaanya main gitar sama baca buku di taman belakang sekolah." Karren yang mengetahui segala hal tentang Kak Irzy. Macam detektif.
"Kamu gak papa kalo sampai kejadian pacaran sama dia ?"tanya khawatir Lenni.
LAH, JUSTRU AKU MAU BANGET JADIAN SAMA DIA!!! WOYYY!!!
"Aku yakin Kak Irzy gak sepenuhnya gitu. Dia baik," ucap aku penuh percaya diri.
"Kalo kamu yakin pasti kita bantu kok, santai aja." Karren mengelus pundakku. Tanda support system katanya atau jahil, mengelap tangannya yang kotor sisa serbuk brownis ke pakaianku.
"Tapi, masalahnya aku di larang pacaran sama Ayah. Gimana yah ?"
"Ah, Lagian sih aku bilang jangan sampe kelewatan bales dendam sama Alan itu. Jadi nya kamu bingung sendiri 'kan. Yah, mau gak mau kamu pacaran diam-diam. Kalo ketahuan kamu habis di nasihati. Kamu sendiri tahukan sikap ayahmu kalo udah marah." Karren mengingatkanku satu hal terpenting saat ini.
Aku nekat mendeklarasikan hatiku yang kembali jatuh cinta pada hati yang baru
" Yaudah aku akan pacaran diem-diem."
Anehnya, Kenapa aku harus jatuh cinta lagi saat aku sedang ketiban masalah soal percintaan. Ribet banget.
Dua jam kita bertemu yang dibahas mayoritas tentang Kak Irzy ketimbang rasa kangen, sekolah yang dikit lagi ujian dan gosip hot lainnya.
"Yaudah gue pamit ya.
Tteopokki sama ramennya cobain. Enak loh buatan asli sana," ucap Lenni berkemas.
"Iya makasih atas oleh-olehnya," balas aku.
"Brownis kamu enak, kamu beli dimana ?" tanya Karren masih lapar.
"Mmm, ada deh."
Hahahaha. Muka Karren langsung bete.
"Ish, gitu, yaudah, aku juga pamit, maaf udah abisin brownis kamu. Dah," .
Karren pamit disusul Lenni dari belakang. Enaklah brownisnya, orang yang buat Kak Irzy. Gara-gara brownis aku mulai jatuh cinta sama dia.
Pangeran Intorver 🤴 yang manis.
**********
Sekian curcol 3 wanita penuh canda
Kira-kira ke 5 membahas apa yah..
Udah Kiaranya mau siap-siap mandiin gajah dulu. Bye
KAMU SEDANG MEMBACA
Melodikia
Novela JuvenilUPDATE ( SENIN & JUM'AT) 🥇 1 in #musikal 🥈 2 in #nyanyi 🥈 2 in #witty siapa yang tidak mau punya banyak penggemar. Disayang banyak orang, disupport dan semangatin setiap hari, diperhatiin meski aku tidak kenal mereka satu sama lain. Aku bener...
