UNTUK PART INI DIMAJUKAN TERBITNYA MALAM INI KARENA AUTHOR SENIN NANTI SIBUK MASAK RENDANG BADAK.
⚠️ Disclaimer:
Topik ini mengandung konten sensitif yang bikin perasaan baper mungkin bergejolak jika diamati serius.
Tapi bohong 😛
*****************
Kak Irzy mengajakku ke rumahnya selepas pulang dari cafe. Selain membicarakan soal jadwal ngajarin aku nyanyi, dia juga ingin ngenalin aku sama keluarganya. Apa sih Kak, udah kayak orang pengen nikah aja sih pake dikenalin segala.
Aku langsung disambut hangat ibunya yang masih terlihat muda dan cantik seperti Mama. "Halo Kia, cantik banget anaknya Bu Santi. Masuk yuk, saya udah nyiapin makanan enak buat kamu," sapanya.
"Iya Bu. Ibu juga cantik kok. Makasih," balas ku tak kalah hangat.
Keluarganya ramah, baik menerima orang luar. Aku terkesimah menyaksikan pemandangan keluarga mereka yang ceria seperti Kak Irzy yang sedang bercanda dengan ibunya sembari menyiapkan makanan untukku. "Hey Zy. Kamu bisa kenal darimana. Dari dulu emang pinter kamu bisa kenal sama yang geulis."
"Rahasia dong Bu. Udah akh ada orangnya. Malu," ucap Kak Irzy.
"Kenapa malu. Ya gak Bu ?" tambah aku yang mulai sok akrab.
"Tau gak Kia, biar sikapnya cuek sama orang tapi dia punya lima mantan. Cakep-cakep semua lagi. Mau ibu tunjukkin," gurau ibunya Kak Irzy siap-siap mengeluarkan ponsel dari kantong celana tapi dicegah Kak Irzy karena semakin malu. "Ih, apaan sih Bu. Jangan lebay."
"Kenapa Kak? Biasa aja kali sampai-sampai pipinya merah begitu." aku membantu sang ibu.
"Biasa, dia kalo dibuka aibnya sama orang yang ia suka pasti malu-malu kampret," tambah ibunya Kak Irzy.
Hah. Kak Irzy juga suka sama aku. Serius??
"Ih. Ibu mendingan siapin bahan buat besok. 'Kan pesanan banyak," cetus Kak Irzy mengusir ibunya yang sedari tadi tak henti meledek.
"Yaudah, Ibu kedapur dulu yah. Kia sering-sering main."
Apa bener ucapan ibunya kalo Kak Irzy juga suka sama aku? Ah, seneng banget kalo ucapan ibunya benar. Bentar, kalo aku perhatiin raut wajahnya sih kayaknya dia emang menyimpan rasa sama aku. Buktinya selepas ibunya pergi dia terus salah tingkah hanya saja dilampiasi dengan merapikan makanan di atas meja yang sebenarnya emang udah ada rapi dari tadi.
Sendok yang sebelumnya diletakkan di samping kanan ia pindahkan ke kiri, eh beberapa detik kemudian ia pindahin lagi ke kanan. Aneh 'kan. Mukanya juga keringat dingin gitu. Aku harus pancing dia. Hehehe.
"Kak Irzy," Aku meledeknya kembali dengan pasang wajah sok imut tepat di mukanya Kak Irzy. Sontak lelaki bertinggi 171 cm-an kembali grogi.
"Apa sih Kia masang muka begitu."
"Kak, aku mau tanya serius sama Kakak. Bener Kak -" ( Tiba-tiba datang tamu yang memutuskan kalimat aku.)
Sial.
"Permisi, Irzy ?" panggil seorang wanita di depan rumah. Ih ganggu aja sih. Lagi klimaks-klimaksnya juga.
"Kia, bentar yah." Kak Irzy meninggalkan ku yang mendadak bete.
Kak Irzy kayaknya senang banget kedatangan perempuan itu. Apa teman dekatnya atau mantannya soalnya kata ibunya barusan, Kak Irzy mantannya cantik-cantik semua. Ih, sebel banget. Aku ngeliatnya 'kan cemburu.
"Cantik yah," bisik ibunya mengagetkanku yang sedang mengintip dari jendela ruang tamu.
"Ah, Iya Bu," balasku agak terbatah-batah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melodikia
Teen FictionUPDATE ( SENIN & JUM'AT) 🥇 1 in #musikal 🥈 2 in #nyanyi 🥈 2 in #witty siapa yang tidak mau punya banyak penggemar. Disayang banyak orang, disupport dan semangatin setiap hari, diperhatiin meski aku tidak kenal mereka satu sama lain. Aku bener...
