masalah yang saling terikat

70 24 24
                                        


Semangat Hari Senin.

Yok, jangan lupa bahagiakan diri sendiri sebelum membahagiakan orang lain.

Happy Monday, salam dari Ji Won.

Happy Monday, salam dari Ji Won

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



**********

Duduk sambil menatap kiri  kanan seperti orang kebingungan ditambah Kak Irzy yang juga duduk sambil serius memperhatikanku.  Kelihatannya dia marah. "Ya, aku minta maaf tiba-tiba pingsan,” ucap aku dengan suara serak karena tenggorokan yang masih perih.

Sreekkk !!!

Tiba-tiba Kak Irzy menaruh sebuah kantong plastik hitam berukuran sedang di atas meja.  Aku tidak tahu isinya apa tapi firasatku mengatakan ini hal buruk dan pasti ada hubungannya dengan aku.

"Buka,” perintah Kak Irzy suara datar.

Benar dugaanku.  Sebelas cup besar es boba yang ku pesan diam-diam ditemukan Kak Irzy dalam kondisi kosong atau sepertinya sudah dicuci karena bersih dan lima toples berukuran sedang berisi serbuk brownis. Aku tidak bisa mengelak sebab terdapat tulisan "Kiara” disisi setiap cup.

Lagi-lagi aku hanya bisa minta maaf, menunduk malu lalu mulai menangis sejerit-jeritnya tak peduli dilihat pengunjung.  Itu demi Kak Irzy supaya tidak maki-maki dan menghukum aku.

“Kenapa Kia ngelakuin ini. Ujung-ujungnya Kia juga yang rugi ‘kan ?” kata Kak Irzy sedikit ngegas.

“Aku kepengen Kak.  Aku kira semuanya akan baik-baik aja tapi begini jadinya,” rengek aku tak berani menatap mata Kak Irzy.

Kak Irzy beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiriku untuk memberi pelukan hangat.  Sayangnya hal itu tidak berlangsung lama.  Kak Irzy mengantar aku pulang yang seketika membuat aku tambah sedih. "Udah cep-cep-cep.  Aku antar pulang.  Aku juga udah bilang izin sama Kak Kemal dan dia mengizinkan Kia libur,”

“Kenapa harus sekarang sih ?  Aku butuh kehadiran Kak Irzy lebih lama tahu.  Tega amat jadi pacar” tanya aku menolak dia pergi.

“Tadinya mau gitu, cuma kamu lebih butuh banyak istirahat dan obati sakitmu.  Udah, jangan nangis.  Aku gak marah Kia.  Aku sayang sama Kia. ”

“Bener ?  Makasih udah berjuang buat aku hari ini. ”

“Iya sayang. ”

Setiba di rumah, aku bergegas membaringkan tubuh ke kamar sambil menunggu Mama dan Ayah pulang.  Tak lupa aku juga merenung dan membayangkan kejadian yang bagiku amat pahit tadi pagi.  Aku seperti tak menghargai usaha keras pacarku dan diriku sendiri.  Apa yang harus aku lakukan kalau sudah begini ?  Menyerah kah ?

Kring !!! Kring !!!

Mama menelpon.  Pasti dia kepo dengan audisi ku.  Gimana yah ?  Jujur saja deh, aku juga butuh nasehat keluarga. "Halo, iya Ma,”ucap ku bersuara serak.

Melodikia Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang