⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️
WARNING!!!
PENULIS MASIH PATAH MOOD SEBAB KAMBING KESAYANGANNYA HILANG, KEKASIHNYA SEDANG KE SINGAPURA DUA PEKAN, MANCHESTER CITY GAK LOLOS SEMIFINAL. PIPI KANANNYA BENGKAK KETABRAK LEBAH 🐝
DEMI BISA MEMBALIKAN MOODNYA, DIMOHON UNTUK MENINGGAL JEJAK BERUPA KOMEN DAN VOTE. KALO TIDAK, BISA JADI MALAM NANTI PENULIS BERUBAH JADI SILUMAN JANGKRIK.
PFTHHH!!!!! MARKETING MACAM APA TUH 🤣
----------------------
Ayah menegurku sedikit keras. Terlambat pulang menjadi senjata omelannya kepadaku. Aku hanya diam, Kak Irzy tak luput dari tegurannya juga tapi untungnya Ayah tidak menuduh kami yang tidak-tidak meskipun kami sebelumnya telah melakukan hal yang menentang iman.
Sikap tanggung jawab Kak Irzy dengan berani ia tunjukkan didepan Ayah. Keberaniannya sungguh aku apresiasi melalui kagum dalam hati. Ia tulus meminta maaf dan berjanji untuk yang terakhir kalinya supaya tidak melakukan kesalahan yang sama atau lebih parah.
Ayah akhirnya memaafkan dan menerima janji Kak Irzy. Ia langsung bergegas pulang karena suasana komplek yang sangat heboh dengan suara jangkrik, seakan sedang menyoraki perjalanan pulang pangeranku.
----------------------
Princess manja nan cantik mempesona kembali bangun pagi-pagi sekali. Liat, masih jam setengah enam aku sudah menatap langit yang mulai membiru dari jendela kamar yang ku biarkan terbuka sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaanku di Apple Music. Gara-gara siapa nih ? Siapa lagi kalo bukan Kak Irzy yang berhasil menciptakan candu rindu dibenak hati.
"Kiara !!” Mama mengetuk pintu kamarku.
Ah, rese. Ada saja gangguan saat aku sedang menikmati kebahagiaan. "Apa Ma?” tanya aku membiarkan Mama masuk dengan setelan kemeja dan make up yang sangat rapi.
"Mama pamit keluar yah. Mau ke sekolahnya Dendy."
Yah, aku jadi satpam lagi dong."
Mama tertawa meledek. "Yah kamu kan sudah dikontrak empat minggu. Tenang nanti digaji kok."
"Ih, memperkerjakan anak dibawah umur kena pidana loh."
"Hey, kamu sudah 17 mau 18. Gak lama lagi jadi tante-tante."
"Dan gak lama juga Mama jadi nenek-nenek."
“Tau ah gelap. Ya sudah, sarapan Mama sudah siapin dan jangan lupa beres-beres rumah yah. Mama pergi dulu,” pamit Mama mencium keningku sebelum pergi bersama Dendy dan Ayah yang sekalian berangkat kerja.
-------------------------
Perform ku malam ini menarik perhatian banyak pengunjung. Bahkan sampai memenuhi kafe. Soalnya selama menyanyi tadi aku kebanyakan membawa lagu bergenre jazz seperti lagu Indah Pada Waktunya milik Rizky Febian dan Fake Optics dari Ardhito Pramono. Tenyata banyak yang menyukai genre tersebut.
“Nih. Ada brownis buat kamu yang malam ini penampilannya luar biasa,”puji Kak Irzy yang sedang bahagia-bahagianya.
Aku menerima makanan yang kini jadi favorit aku dengan senyuman manis. "Terima kasih sayang. Yuk pulang,”
Seperti biasanya Kak Irzy menggandeng tanganku dengan lembut, mengantarku pulang berjalan kaki sembari cerita tentang bulan dan penghuni angkasa lainnya yang malam ini menerangi jalan kita berdua.
Kak Irzy tidak mampir. Ia langsung pamit setelah berhasil membawa ku masuk melewati gerbang rumah. Tapi ada yang aneh dimana ada sebuah mobil berwarna merah tua terparkir di samping mobil hitam Ayah. Hmm, rumahku kedatangan tamu. Aku bergegas masuk tapi saat di depan pintu, aku berpapasan dengan dua orang tua asing yang hendak pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melodikia
Teen FictionUPDATE ( SENIN & JUM'AT) 🥇 1 in #musikal 🥈 2 in #nyanyi 🥈 2 in #witty siapa yang tidak mau punya banyak penggemar. Disayang banyak orang, disupport dan semangatin setiap hari, diperhatiin meski aku tidak kenal mereka satu sama lain. Aku bener...
