pengorbanan yang tidak disarankan

79 28 21
                                        


MAAF, PENULIS TIDAK SEDANG MOOD MENULIS KALIMAT PEMBUKA DIKARENAKAN MABOK RENDANG. OTAKNYA FULL LEMAK !!!!




---------+----------------

Kak Irzy kemana?  Dari pagi sampai aku mau nyanyi terakhir, dia gak nongol-nongol. Kangen tahu.  Aku chat pas jam istirahat sampai sekarang gak dibaca-baca.

Fokus nyanyi dulu deh.  Tidak enak sama pengunjung yang sudah menungguku.

“Halo, semua.  Terima kasih sudah menyaksikan perform ku hari ini bareng kakak-kakak band yang luar biasa.  Dan sayangnya, ini lagu terakhir yang akan aku nyanyikan malam ini.  Lagu Ruang Rindu dari Letto ku persembahkan untuk kalian yang malam ini sedang merindukan seseorang,” kata ku.


----------------

Huh.  Benar.  Kak Irzy gak nongol seharian.  Ada apa dengan pangeran kesayanganku ini. Kalo ada masalah setidaknya berkabar. Jangan main kabur saja. Dia pikir tidak ada yang memikirkan dan merindukan dia.

Untungnya ada pengganti yang membuatku tetap tersenyum malam ini.  Dia adalah Karren dan Lenni, sahabatku yang akhirnya datang. ”Kia !!!!”

“Lenni, Karren.  Kalian datang.  Maaf aku baru menyadari kalian sekarang. Aku terlalu fokus bernyanyi."

“Gapapa kok.  Kita paham kalo lo punya kesibukkan." Lenni merangkul pundakku.

“Makasih sudah hadir.  Semoga kalian suka performa ku. ”

“Keren ko. Kamu bisa jadi  penyanyi sukses.  Yah kayak Raisa, Isyana Sarasvati, Yura Yunita, Andien, Niki bahkan Agnes Monica.  Dan yang bangganya lagi aku dan Lenni punya sahabat kayak kamu,” puji Karren agak berlebihan.

“Amin, aku juga bangga punya sahabat kayak kalian.  Nanti kalau aku sukses, Lenni aku angkat jadi  manajerku dan Karren aku angkat jadi  wakil manager ku,” balas aku ikutan berlebihan juga.

“Kok aku jadi  wakil sih,”gerutu Karren tidak terima.

“Yah, jujur, Lenni lebih pintar.  Buktinya nilai matematika bagus,” ledek aku.

“Ih, rese.  Tapi bahasa inggris, kimia, sejarah aku dapat 98 loh.  Emang hidup soal hitung-hitungan aja apa?”cetus Karren mulai ngambek.

“Cep,cep,cep.  Kia cuma bercanda kok walaupun dia jujur kalo lo bodoh,” sambung Lenni.

Seru juga ngeledekin Karren sampe wajahnya memerah gitu.  Tapi aku dan Lenni sebenernya sayang kok.  Buktinya aku dan Lenni langsung memeluk Karren sebagai bentuk permintaan maaf.

Datang sebuah mobil mewah menghampiri kami.  Lenni mengetahuinya kalo mobil itu mobil Kak Kevin, kakaknya Lenni yang bertujuan menjemput dirinya dan Karren yang ingin menumpang. ”Hy Kak.  Kia, ada Kak Kevin."

“Halo Kia, apa kabar ?” sapa Kak Kevin menatapku penuh senyuman.  Tak hanya menjabat tangan dia juga memelukku dengan alasan kangen. Waduh.  Agak berlebihan yah.  Karren dan Lenni pun kaget dan gak nyangka kalo kakaknya bakal lakuin hal itu.

“Iya, Kak aku baik-baik aja kok.  Tapi boleh gak lepasin pelukannya,” kataku.

“Oh iya, maaf.  Kakak reflek.  Oh iya, kamu ngapain bawa gitar ?” tanyanya begitu melihat gitar menempel di punggungku.
Aku menjelaskan singkat.  Kak Kevin begitu antusias dan bangga setelah mendengar semua penjelasan itu.

Dia mengajakku numpang ke mobilnya untuk pulang.  Aku sempat menolak tapi dia memaksa, ditambah Lenni yang terus mengompori aku agar mau menerima tawarannya. Ya sudahlah, mau gak mau aku harus mau soalnya gak enak sama Lenni.

Melodikia Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang