Ep 14 : Jangan Terlambat

5.8K 440 64
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Saldonya sudah benar!"

"Baiklah, mari kita pulang."

"Kerja bagus hari ini, terima kasih semuanya."

Lelaki bersurai hitam itu berjalan dengan langkah riang menuju ruang ganti, mulutnya menyenandungkan sebuah melodi asal dan kepalanya bergerak mengikuti irama. Lee Mark, lelaki di awal usia tiga puluhan itu baru selesai mengganti pakaiannya kemudian terduduk di depan lokernya sambil sibuk menjelajahi internet dalam ponselnya. Ia lalu menghubungi sebuah nomor, namun panggilannya tidak ada yang tersambung.

"Akhir-akhir ini perubahan suasana hatimu sedang ekstrim, ya? Sampai minggu lalu kamu masih tampak muram, hari ini kamu begitu ceria seperti habis memenangkan lotre." Hendery mendecak-decak sambil memperhatikan Mark yang wajahnya berseri-seri satu harian ini.

"Kenapa restoran ini tidak bisa dihubungi, sih? Apa kamu tahu cara lain untuk booking meja di restoran selain melalui telpon?" tanya Mark tidak menghiraukan pertanyaan Hendery sebelumnya.

"Entahlah, mungkin kamu bisa coba datangi tempatnya langsung," jawab Hendery. Mark mengangguk paham, ia pun beranjak dari bangkunya dan mengenakan jaketnya. Tapi pergerakannya segera dihentikan oleh teman karibnya itu. "Mau pergi sama Haechan? Kalian sudah berbaikan?"

"Yah ... kurang lebih."

"Bro, sebenarnya apa yang terjadi? Sepertinya kalian bertengkar cukup serius kali ini, Haechan sampai berhenti mengikutiku di Insta." tanya Hendery yang dahinya mengkerut, ia terlihat khawatir dan ragu-ragu untuk melanjutkan pertanyaannya. "Apa ... karena masalah waktu itu lagi? Tentang a-"

"Bukan!" tukas Mark cepat dengan intonasi sedikit meninggi, buat Hendery serta orang lain dalam ruang ganti tersebut jadi menoleh ke arah mereka. Lelaki berjaket hitam itu perlahan melepas tangan Hendery dari lengannya sambil paksakan kekehannya sebagai upaya mencairkan suasana.

"Lain kali kuceritakan. Aku duluan, sampai jumpa."

Mark berlalu melewati Hendery dan pergi ke luar, mengabaikan beberapa pasang mata yang mengikutinya. Wajahnya menjadi suntuk perkara sebuah topik yang sangat sensitif baginya dan Haechan itu kembali diungkit oleh Hendery. Ia berusaha mendistraksi dirinya dari pikiran-pikiran mengganggu itu, sampai tak sengaja menabrak seorang laki-laki lainnya yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

"Oh, maaf. Aku melamun tadi. Kamu baik-baik saja?"

"Aku yang minta maaf karena mengejutkan Sunbae duluan," ujar Jaemin mengeluarkan tawa kecil, dia memang sengaja menghadang Mark keluar dari kantor. Lelaki yang lebih muda pun menatap seniornya dengan senyuman manisnya, ia mengambil satu langkah maju sampai Mark yang harus memundurkan wajahnya sendiri karena jarak mereka jadi begitu dekat saat ini.

"Apa Sunbae menerima hadiah dariku? Sudah baca kartu ucapannya?" tanya Jaemin memandangnya penuh harap.

"Eh, iya ... Tapi aku lupa apa isinya, maaf."

HABITS | MarkHyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang