06. Kita Tetap Sama

2.4K 271 21
                                        

Tatapan itu membuat Claudine sedikit merinding.
Sejak pertemuan tidak sengaja mereka di bar, Matthias memutuskan membawa Claudine ke mansion Herhardt.
Ah, atau lebih tepatnya paviliun?

Gadis itu kini duduk di ruang tengah paviliun dengan gaun tidurnya yang berwarna merah muda dan selendang senada. Claudine menatap telapak tangannya yang tengah diobati oleh Matthias.
Begitupun lutut kanannya yang terlihat berdarah.

Mungkin jika Claudine tidak memecahkan jendela dan kabur, dia tak akan terluka dan tak akan bertemu Matthias.
Matthias masih fokus mengobati tangan tunangannya itu, walau sesekali menatap Claudine.
Wajahnya masih datar, nampak acuh tak acuh.

"Kalau anda tidak menerima kehadiran saya, jujur saja, Duke." Suara Claudine memecah keheningan. Ruang tengah paviliun yang gelap itu seakan membuat kesan horor bagi si gadis.

Bukannya elakkan yang diterima Claudine, Matthias malah menyeringai.
"Saya sedikit terhibur, lagi pun saya tidak berpikir bahwa anda sampai kabur begitu." Matthias terkekeh, "apa sebegitu tidak maunya anda bertunangan dengan saya?"

Pertanyaan Matthias membuat bibir Claudine bungkam.

Apa sebegitu nya?

Tentu saja iya.

Claudine membenci Matthias. Dan mungkin akan selalu begitu.

"Iya..." Jawab Claudine, ragu.
Gadis itu mendongak menatap wajah Matthias yang fokus mengobati tangannya, terlihat cukup tampan saat sinar bulan menyentuh wajahnya.

Sorot Matthias...
Entahlah, Claudine tak bisa mendeskripsikannya. Ada banyak perasaan di dalam netra biru itu.
Kecewa, amarah, dan sedikit rasa sedih.

"Apa yang sebenarnya anda pikirkan?" Tanya Claudine.

"Tidak banyak," kata Matthias sebelum berdehem dan menatap balik pada Claudine. "Saya hanya berpikir, anda pasti cocok untuk menjadi Duchess."

Ucapan Matthias tersirat nada berharap, seakan berharap bahwa gadis itu akan menerima pertunangan ini.
Claudine menangkapnya seperti seseorang yang tengah berangan.
Dengan begitu, si gadis tersenyum miris.

"Bagaimana jika tuan Duke nanti nya akan memiliki simpanan?" Tanya Claudine. Suaranya pelan hampir mencicit.

Matthias mengerutkan keningnya. "Apa maksud anda?" Tanya nya balik.
Pria itu tak mengerti jalan pikir gadis ini.

"Tidak jadi." Kata Claudine.

Hening kembali mewarnai suasana.
Keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing.
Sampai akhirnya Matthias selesai mengobati telapak tangan dan lutut Claudine.
Pria itu berdiri lalu mengusap rambutnya ke belakang.

"Istirahatlah, lady." Katanya.

Claudine berdiri, berjalan sedikit pincang menahan sakit di lututnya.
"Apa Duke menginginkan pertunangan ini?"

Pertanyaan Claudine membuat langkah Matthias yang menjauh terhenti. Tubuh tegap dan kokoh pria itu berbalik, menatap Claudine dengan sulit.

"Ya..." Jawabnya lirih.

"Saya terlalu egois, ya?"

Pria itu tersenyum tipis. Sangat tipis sampai seakan dia tidak tersenyum.

"Saya juga," kata Matthias. "Dan dengan begitu, kita tetap sama."

-·-

Surat kabar pagi ini dipenuhi berita hilangnya lady Claudine von Brandt dari kediamannya.
Desas-desus mengatakan Claudine diculik, walaupun kenyataannya tak begitu.

Tight-RopeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang