Malam ini adalah hari yang besar.
Gadis berambut merah itu nampak cantik dalam balutan gaun berwarna navy. Walaupun sedikit terbuka, namun terlihat sangat cocok dan pas pada tubuhnya yang terbentuk sempurna.
"Nona sangat menawan! Saya yakin semua mata akan tertuju pada anda." Pelayannya, Lippe, berkata dengan senyum lebar.
Ruelle menatap dirinya di depan cermin besar. Perhiasan senada yang ia pakai nampak bersinar dengan cerah, lalu rambut merah nya yang ditata sedemikian rupa bak putri kerajaan membuatnya nampak menawan.
Ruelle selalu menunggu-nunggu momen pesta ulang tahunnya, karna itu adalah satu-satunya momen di mana dirinya bisa bertemu dengan dia...
"Apakah tuan Duke akan datang?" Tanya nya sambil sibuk merapihkan rambutnya. Senyum manis gadis itu tak hilang, seakan akan abadi untuk malam ini.
"Tentu saja, nona~ beliau pasti akan terpesona dengan anda..." Perkataan Lippe dibalas tawa kecil oleh Ruelle.
"Kau tak perlu berlebihan, Lippe... Tapi aku dengar beliau bertunangan dengan lady Brandt."
-·-
"Mari, lady."
Matthias mengulurkan tangannya pada Claudine. Alasan kenapa mereka menggunakan kereta kuda untuk menghadiri pesta lady Sodent-- tentu karna duchess terdahulu, Norma, tidak memercayai mobil.
Mungkin beliau lebih suka gaya klasik.
Claudine tersenyum tipis lalu menerima uluran tangan itu.
Si gadis nampak begitu cantik dengan gaun biru yang telah ia pesan beberapa hari lalu.
Rambut Claudine dikepang menyamping dengan poni tipis yang sedikit menutupi dahinya, dengan bando bertabur mawar biru yang manis.
"Anda terlihat menawan malam ini," ucapan Matthias dibalas senyum canggung oleh Claudine.
"Terimakasih, tuan Duke. Anda juga," ujar Claudine.
Mereka berjalan dengan santai menuju ballroom, banyak juga para bangsawan yang berdatangan dan saling mengobrol sembari menunggu acara di mulai.
Lagi pun, bintang acaranya belum datang.
Maksudnya, Ruelle von Sodent.
"Apa anda mengenal jelas lady Sodent?" Pertanyaan Claudine dibalas raut bingung oleh Matthias. Alis kanan pria itu naik, seakan bertanya.
Matthias menggoyangkan gelas berisi wine nya, "saya hanya dengar desas-desus sosialita saja, saya juga belum pernah melihat langsung." Jawab Matthias dengan tenang.
"Ah, begitu rupanya..."
Claudine mengalihkan pandangannya,
"Lady Sodent memasuki ruangan!"
Seperti bidadari yang dikawal oleh peri-peri kecil, Ruelle muncul dari lantai dua ballroom.
Gadis itu benar-benar menawan, dress navy yang membentuk lekukan tubuhnya terlihat begitu cocok dan cantik.
Membuatnya terlihat dewasa. Senyum cerah gadis itu terus mengembang tanpa celah, high heels berwarna senada nampak begitu menggambarkan betapa dewasanya dia.
"Wah... Beliau cantik sekali," Claudine tersenyum lebar, ikut bertepuk tangan seperti para tamu undangan lainnya.
Matthias menatap Claudine dengan pandangan yang sulit diartikan, "anda lebih cantik..." Matthias segera memalingkan pandangannya saat Claudine menoleh.
"Ya? Apa anda berkata sesuatu, Duke?"
"Tidak."
Malam ini akan menjadi malam yang panjang. Para tamu undangan mulai bersenang-senang setelah acara berdansa antara Ruelle dan Baron Herbert-- sepupunya.
Claudine dan Matthias sudah berpisah dan mengobrol bersama para tamu lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tight-Rope
Fantasy"Menyerahlah, Claudine. sejauh apapun kau mau kabur dari ku, aku akan tetap bisa menemukanmu." ini tentang Claudine von Brandt, antagonis dalam novel yang kembali mengulang waktu. ⚠️ - alur lambat - fanfiksi dari webtoon - original story by Solche...
