Hari ini, hari di mana para keluarga atau kerabat untuk mengantarkan para ksatria yang akan berperang.
Claudine berdiri dengan dress hijau zambrud, rambutnya ditata sedemikian rapih dengan pandangan datar menatap kedepan.
Lady Sodent berada tepat di sebelahnya. Claudine dengar, sepupunya yakni Baron Herbert juga ikut berperang.
Sedari tadi senyum Ruelle tak pernah sirna, entah apa yang membuat gadis itu senang.
"Kenapa anda terlihat sangat senang, lady?" Tanya Claudine sambil menoleh pada Ruelle.
Aneh, bukan? Padahal orang terdekatnya akan mempertaruhkan nyawa untuk negara.
Ruelle menatap Claudine dengan pandangan sulit, walaupun senyumnya belum hilang.
"Tidak papa, lady." Jawabnya.
Riette nampak berdiri tak jauh dari Claudine. Pria itu menatapnya dengan lekat, lalu tersenyum tipis.
Dia melangkah menjauh mendekati kudanya.
"Lady Sodent, saya akan pergi sebentar." Kata Claudine.
Gadis itu berlari kecil mendekati Riette, kemudian berdiri di hadapannya dengan sedikit canggung. "Tolong bertahan di sana, Riette." Ucap Claudine. Ada sedikit rasa khawatir yang menutupi hatinya, perasaan Claudine tidak baik.
Riette menoleh, tangannya yang sibuk mengelus kepala kuda terhenti; dia menatap Claudine dengan senyum lebarnya.
Pipi Riette nampak bersemu tipis.
"Pasti, Claudine. Aku pasti akan bertahan." Jawab Riette dengan semangat.
"...hm..--"
Senyum Riette menghilang saat melihat pria di belakang Claudine, berdiri tegap dengan wajah datar dan matanya yang menggelap.
Benar-benar ekspresi yang tidak bersahabat.
"Lady, tolong ikut saya."
Suara familiar itu membuat Claudine membalikkan badannya, lalu bertemu tatap dengan Matthias.
Claudine sudah lama tidak bertemu pria ini. Bahkan dirinya hampir tidak mau melihat wajahnya.
"Tuan Duke..."
Tanpa menunggu jawaban dari Claudine, Matthias menarik halus tangan Claudine, menjauh dari Riette yang masih terdiam di tempatnya.
Pria berambut emas itu nampak menatap mereka mereka dengan datar.
"Claudine... Kenapa kamu menghancurkan dirimu demi pria sepertinya?" Gumam Riette.
-·-
Matthias membawa Claudine ke tempat yang lebih sepi. Pria itu melepaskan genggamannya, lalu berdiri tegap menghadap Claudine.
Matanya menggelap dengan ekspresi tak bersahabat, terlihat marah dan tidak suka.
"Apa ada yang ingin anda katakan?" Tanya Claudine setelah berdehem pelan.
"Saya lihat, anda dekat sekali dengan Riette." Kata Matthias. Pria itu melirik pada Riette yang berada cukup jauh dari mereka, "saya tidak suka." Sambungnya.
Mendengar itu, Claudine mengerutkan keningnya. "Maaf?" Terlihat jelas Claudine bingung.
Bukankah seharusnya Matthias tertarik pada Layla?
Ini benar-benar aneh. Semuanya melenceng dari alur di kehidupan sebelumnya, bahkan sikap Ruelle pada Matthias juga berubah.
Apalagi kemunculan Layla di hadapan Matthias yang terbilang hampir tidak pernah.
Claudine terhanyut dalam pikirannya, tak menyadari tangan Matthias yang bergerak mengelus helaian rambutnya, lalu pindah pada pipinya.
Pria itu mengelus pipi mulus gadisnya.
"Saya tidak suka kalau lady mendekati pria lain." Ucap Matthias dengan nada rendah, menunjukkan rasa cemburu dan tak sukanya.
Alis pria itu mengernyit, menunggu balasan dari Claudine.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tight-Rope
Fantasi"Menyerahlah, Claudine. sejauh apapun kau mau kabur dari ku, aku akan tetap bisa menemukanmu." ini tentang Claudine von Brandt, antagonis dalam novel yang kembali mengulang waktu. ⚠️ - alur lambat - fanfiksi dari webtoon - original story by Solche...
