Saat Oxy melembut

56 9 5
                                        

༺✦༻

Ini bukan soal izin atau tidak. Ini tentang hati yang rindu dan harapan yang tidak bisa ditunda.

—Diary Mikha El-Hariz.

༺✦༻





Mikha dan Ricky kini tepat di depan gudang.

Mereka mengetahui Oxy di sini karena sempat bertanya pada anggota kamarnya.

Mikha sedang menyusun kata agar dipermudah proses izinnya, Ricky pun hanya menunggu Mikha selesai dengan pikirannya.

"Lama bener. Gue aja deh yang ngomong." Ricky maju tiga langkah di depan pintu gudang.

"Eh, nanti kalo dia marah gimana!" Mikha menarik lengan Ricky.

"Makanya, buruan"

"Iyaa" Mikha mengambil nafas panjang lalu, menghembuskannya.

Tangannya mengetuk pintu gudang tersebut.

Tidak lama menunggu, seseorang yang dicari membuka pintu dengan alis tertaut.

Kepalanya diangkat seolah bertanya -kenapa?

"Ini kak. Mikha mau izin pulang." Tetap saja Ricky yang angkat suara.

"Ngapain?" kini matanya tertuju pada Mikha.

"Gini kak, bunda aku sakit"

"Sini kartunya." Mikha memberikan apa yang dipinta.

"Zaki ga ada?"

"Kabir Zaki gamau kak. Katanya udah ga boleh izin." Suara Ricky masuk ke telinganya.

"Kalo ga boleh ya sudah!"

Dengan intonasi tinggi Oxy membuat dua orang di depannya menunduk.

"T—tapi k—" Mikha belum terima dengan kenyataan.

"Bantah?"

Mikha menggeleng.

"Lo pergi."

Ricky paham, ia meninggalkan Mikha.

Setelah Ricky pergi.

"Masuk!" titahnya pada Mikha.

Oxy menduduki posisinya di kursi single dengan Mikha di hadapannya.

"Dari mana lo tau?" visusnya hanya pada Mikha.

Mikha menunduk, "t-tadi, ustadz Ulin dapat pesan dari sepupu aku kak. Terus aku disuruh nelpon." Mikha sedikit gugup.

"Lo tau. Ga ada izin sampai perpul?"

Mikha mengangguk, "t—tau."

"Jadi?"

"A—aku mohon kak. Sehari aja gapapa."

"Yakin?"

"Yakin. Yang penting aku ketemu bunda." Gugupnya hilang.

Pada nyatanya hati Mikha menggeleng tidak setuju dengan apa yang diucapkan.

"Gue kasih izin tiga hari. Sebelum ashar udah pulang." Oxy sedikit memberi peringatan pada Mikha.

Seketika Mikha mengembangkan senyuman dengan penuh kebahagiaan.

"Lo tau sendiri apa sanksinya," tegas Oxy dengan menekan setiap katanya.

Mikha mengangguk.

Oxy menulis alasan, waktu dan penjemput di kartu tersebut.

Mikha memperhatikan tulisan itu.

Mikha, Si Babu OxyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang