Mikha El-Hariz tak pernah mendaftar jadi babu. Tapi entah kenapa, sejak hari pertama mondok, ia jadi budak setia Oxyan Aprilio-keponakan kyai, santri terpintar, dan manusia paling disegani di pondok.
Setiap hari Mikha dihujani tugas: nyuci, jemur, b...
༺✦༻ Dari kejauhan, semua terlihat biasa. Tapi tidak bagi seseorang yang diam diam menyimpan luka lama.
-Kata author.
༺✦༻
• • • • •
Semi Final Pekan Olahraga.
Sesuai janji dan kemauan Zaki, Oxy akan bertanding futsal melawan tim sekelas Zaki.
Bulan lalu ia sempat meminta pada Ustadz pengurus olahraga agar ia bertanding melawan Zaki.
Saat ini masih sangat pagi, sekitar pukul 07:10, sedangkan Oxy akan bertanding pada jam 08:35, masih ada waktu untuknya dan teman-teman menyiapkan nyali dan mental.
Ia tidak mau timnya kalah dari tim Zaki, selama sebulan ia melatih dan memberi banyak strategi pada anggota timnya agar bisa mengalahkan kakak kelasnya sekaligus musuhnya.
Oxy tengah berada di kantin Kompleks 2 yang tidak terlalu ramai sambil memakan batagor favoritnya.
Mulutnya terus mengunyah dengan perlahan, sesekali ia menyeruput secangkir susu hangat, dunia kulinernya sangat nikmat dan santai.
Terkadang ia melamun, ia sendirian di sana, karena semua temannya -termasuk Mikha sibuk dengan perlombaan final ini.
Bahkan teman karibnya -Gilang mengikuti semi final tenis meja di Kompleks 5 pagi ini, membuatnya tidak ada teman sekarang.
Ia sedikit bosan di sana, ia ingin pergi tetapi tidak tau ingin kemana, alhasil ia keluar dari kantin dan melihat papan petunjuk tempat perlombaan diadakan, ia membacanya satu persatu, matanya terarah ke tulisan...
←Panjat Tebing (Lapangan Outdoor)
Tanpa ada respon Oxy melangkahkan kakinya menuju tempat itu di Kompleks 2.
Ia ingat bahwa Mikha ikut serta dalam cabang itu karena kemauannya yang sekarang sudah di titik semi final.
Kakinya masih santai melangkah ke tempat yang ia inginkan, seakan melupakan bahwa ia akan bertanding nanti.
Tepat saat Oxy datang ke lapangan, ternyata peserta yang bergelantungan di sana adalah Mikha, ia melawan kakak kelasnya.
Oxy duduk di pinggir lapangan, semua mata berfokus pada pemain akhir itu.
Di atas sana Mikha bermain dengan profesional, Oxy sedikit bangga dengannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak lama itu, kaki Mikha sedikit terpeleset membuat sang empu berdecak kesal, tapi ia tetap terus melanjutkannya walaupun tidak menjadi juara pertama.
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu menggeram sendiri, Oxy pun seperti tidak rela, tapi itu kejadiannya.
"SELAMAT KEPADA KEVIN PERWAKILAN KELAS 4, ATAS KEMENANGAN JUARA 1!"