Sakit itu nyata.

59 7 0
                                        

༺✦༻
Tak semua yang keras itu kuat. Tak semua yang lembut itu lemah.

—Diary Mikha El-Hariz.

༺✦༻






Alex menemukan Mikha di teras masjid sebelum waktu sholat dhuha masuk.

Ia menyampaikan permintaan Oxy pada Mikha, ia juga menyuruh Mikha membawa sarapan dan minuman di tangannya itu pada Oxy.

Mikha tidak keberatan dengan itu, ia menurut saja jika bersangkutan dengan Oxy.

"Mikha! lo dipanggil Oxy di UKS, sama tolong bawain ini ya"

"Eh, iya" sahut Mikha mengambil kantong itu

"Kalo boleh tau, kak Oxy kenapa kak?" tanyanya.

"Tanya aja sama dia. Oh iya, kalo lo ga jamaah biar gue izinin, udah sana!" tangannya mengibas seperti menyuruh Mikha untuk cepat pergi.

Ricky yang melihat itu diam saja dan melangkahkan kakinya masuk masjid.

•••

Mikha telah sampai ke UKS untuk menuruti kehendak kakak kelasnya itu.

Saat ia mengintip dari sela-sela pintu tanpa sengaja sepatunya sedikit berdecit nyaring,
setelah menyadarinya ia menepuk dahinya pelan.

Sejujurnya ia khawatir jika kehadirannya mengganggu ketenangan Oxy, apalagi sampai memancing amarah Oxy, sungguh ia tidak mau.

"Masuk" dalam posisi berbaring dan terpejam di kepala ranjang Oxy mendengar suara itu.

Ia sangat yakin kalo pelakunya adalah Mikha.

"Assalamu'alaikum" suaranya sangat kecil, dengan langkah kaki yang membawanya ke samping ranjang Oxy sembari menaruh kantong makanan di atas nakas.

"Suapin" pinta Oxy menatap Mikha, suaranya kecil

"Ha?" Mikha terkaget, ia berharap Oxy salah ngomong.

"Ga dengar, hm?"

"D—dengar kak"

Mikha mulai membuka makanan itu, lalu menyuapi Oxy yang terduduk di kasurnya.

Setelah mengunyah makanannya Oxy menunjuk kursi yang ada di dekat pintu dengan jari telunjuknya.

Mikha yang paham dengan isyarat tersebut langsung mengambilnya lalu mengarahkan ke samping dan duduk di sebelah Oxy.

Mikha kembali menyuapi Oxy dengan telaten.

Sekarang ia percaya jika Oxy memang sedang sakit, itu terlihat dari wajah Oxy yang sedikit pucat.

Ia menyuapi Oxy dengan porsi cukup sedikit agar bisa cepat dihabiskan oleh Oxy.

Setelah hampir habis Oxy meminta minum padanya, "minum"

Secepat mungkin Mikha membuka tutup botolnya dan menyodorkan ke mulut Oxy dengan pelan, "nih, kak"

Oxy meneguk sedikit demi sedikit minuman itu hingga tersisa setengah.

Lalu Mikha menyuapinya lagi.

Namun, Oxy menolak. Padahal nasi tersisa hanya 2 suap lagi

"Dikit aja kak, udah itu habis" bujuk Mikha.

"Gak" tolaknya mentah-mentah.

Mikha tetap dalam pendiriannya untuk membujuk Oxy

"Dikiiiit ajaa" nada bicaranya ia perpanjang.

Mikha, Si Babu OxyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang