༺✦༻
Hidup di pondok:
misi selesai, misi baru muncul.
Gue?
Santri rasa babu… dengan bonus overthinking.
—Diary Mikha El-Hariz.
༺✦༻
•
•
•
•
•
Oxy membuka lemari, mengambil segenggam hanger, dan memanggil Leo-teman sekompleks sekaligus teman Mikha.
"Kasih ke Mikha," ucapnya datar, menaruh hanger ke tangan Leo.
"I-iya, Kak," jawab Leo gugup.
Sebenarnya ia ingin bertanya, "Mikha di mana, kak?", tapi tatapan Oxy cukup bikin urung niat.
"Suruh dia ke sini juga," tambah Oxy.
Leo menunduk sambil merapikan hanger di tangannya.
"Denger?" ulang Oxy, nadanya mulai naik.
"Iya. Denger, Kak."
Oxy mengibaskan tangannya, tanda Leo boleh pergi.
Leo pun melangkah tak tentu arah. Ia tidak tahu pasti Mikha di mana. Tapi setahunya, Mikha jarang ke mana-mana. Paling cuma ke masjid, kelas, atau... kalau lagi disuruh Oxy.
"Coba ke jemuran dulu, deh," pikir Leo.
•••
Di jemuran.
Leo mendapati seorang santri sedang menggantungkan baju.
"Bro, lo liat Mikha nggak?"
"Tadi dia kayaknya bareng kabir Oxy, deh."
"Oh, oke. Makasih."
Leo berpikir keras.
"Kalo nggak di kamar, pasti di hamam."
Dan benar saja, Leo menemukan seorang santri tertidur di atas ember. Ia sempat mengira itu bukan Mikha.
"Heh! Bangun, oi!"
Suaranya menggema.
Santri itu menguap, mengangkat kepala pelan.
"Huaaa ..."
Dan ... benar saja, itu Mikha.
"Gila! Sebegitu capeknya lo sampe tidur di ember?"
Leo ketawa keras.
"Jelek amat posisi tidur lo."
"Capek gue, asli," keluh Mikha.
Matanya masih setengah merem, tapi langsung melirik hanger di tangan Leo.
"Itu buat gue?"
Leo mengangguk sambil menyerahkan hanger.
"Iya. Kabir Oxy juga nyuruh lo ke kamarnya nanti."
Mikha mengangguk lemas, lalu pelan-pelan memasangkan baju ke hanger yang baru.
"Hampir mati gue dibuatnya," gumamnya.
"Dasar manusia gatau diri."
"Ikhlas aja, Kha," sahut Leo.
Ia berjongkok di dekat Mikha.
"Kira-kira tamat pondok, lo bakal pindah gak?"
"Gatau, pengennya pindah sih. Biar hidup gue tenang."
Leo mengangguk paham.
"Kalo gue sih, udah pasti. Bokap nyuruh gue ikut tes polisi."
Leo memang berasal dari keluarga disiplin-ayahnya polisi, kakaknya perawat. Ia terdorong dan juga berantusias dengan masa depannya.
"Enak ya hidup lo, Leo. Bokap lo ngedukung ..." Mikha tampak sendu.
Leo langsung merangkulnya, menepuk-nepuk pelan.
"Lo juga bisa, Kha. Gak semua anak butuh dukungan orang tua buat sukses. Asal lo usaha dan semangat, doa itu ngangkat semuanya. Gue aja belum tentu lulus tes polisi meski bokap gue polisi."
Mikha menunduk, mengangguk kecil.
"Thanks, Leo."
"Gue duluan ya," Leo berdiri dan pamit.
Mikha pun bangkit pelan, menatap hanger di tangannya.
"Yuk, lanjut jadi babu," batinnya lirih.
•••
Di depan kamar Oxy, Mikha berdiri kaku. Oxy berdiri di depan kamar dengan ekspresi datar, seperti biasa.
"Kebiasaan," ucap Oxy singkat.
"M-maaf, kak," Mikha menunduk, memainkan hanger di tangan. Ia tak berani menatap langsung.
"Ngapain aja, hm?"
Mikha diam. Nafasnya berat.
"Bisu?" tegur Oxy, berdiri dan mendekat.
Tangan Oxy menarik dagu Mikha pelan, memaksanya menatap. Wajahnya masih dingin.
Mikha menelan ludah, lalu mengumpulkan sisa keberanian.
"Tadi... a-aku... ketiduran di hamam, Kak."
Oxy melepaskan tangannya.
"Don't care."
Ia masih menatap Mikha tajam, lalu berkata, "20 menit. Beresin lemari gue. Jangan pergi sebelum gue balik."
Tanpa menunggu jawaban, Oxy pergi.
•••
Oxy melangkah ke gudang. Di dalam, teman-temannya sudah tertidur pulas. Ia tersenyum tipis.
"Lucu juga muka anak baik tidur kayak gitu," batinnya.
Oxy dan keempat temannya sudah akrab sejak awal mondok, adapun mereka:
Gilang Dinama: jago sains
Wiliam Fauzino: atlet taekwondo
Alex Geandra: penghafal nadzom supercepat
Melvin Samudra: dancer, ketua ekskul
Dan tentu saja, Oxy sendiri: si multitalenta, jago di semua bidang.
Ia mengambil HP, berbaring di kasurnya, lalu memasang timer 20 menit.
"Awas aja kalo gue lupa."
Ia membuka game favorit.
"Nge-push dulu, ah..."
Tiba-tiba, dari kasur sebelah...
"Oxy! Kecilinn suaranya, bego!"
Suara Melvin khas bangun tidur membuat Oxy kesal.
"Ck," tapi ia tetap menurunkan volume tanpa membalas.
•
•
•
•
•
༺✦༻
Tapi gue percaya, sabar itu nggak pernah sia-sia. Mungkin hari ini gue cuma pegang hanger, tapi semoga aja besok gue bisa pegang masa depan yang lebih baik.
-Diary Mikha El - Hariz.
༺✦༻
Gimana ceritanya?
Kalo kalian di posisi Mikha kalian bakal ngapain?
Don't forget vote, like and comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mikha, Si Babu Oxy
Genç KurguMikha El-Hariz tak pernah mendaftar jadi babu. Tapi entah kenapa, sejak hari pertama mondok, ia jadi budak setia Oxyan Aprilio-keponakan kyai, santri terpintar, dan manusia paling disegani di pondok. Setiap hari Mikha dihujani tugas: nyuci, jemur, b...
