Permen penutup dosa.

62 8 0
                                        

༺✦༻
Ibo bilang permen nutupin bau dosa. Tapi enggak cukup buat nutupin rasa bersalah.

—Diary Mikha El-Hariz.

༺✦༻







Tiga pekan lamanya Ujian Nasional telah dilalui.

Dan hari ini pembagian ranking hasil kerja keras mereka.

Ini adalah hasil dari susah payah dalam belajar.

Pada pekan pertama mereka semua melaksanakan ujian tulis —umum.

Pekan kedua ujian lisan dan pekan ketiga ujian kitab.

Saat ini semua santri dikumpulkan di aula untuk pembagian ranking.

Mikha dan Ricky duduk berdekatan.

Mikha berharap hasil usahanya selama ini dapat memuaskan hatinya, selama tiga pekan Mikha bertekad keras agar tidak menyontek dalam ujian.

Syukurnya Ricky dan Oxy mendukung. Oxy rela tidak menggangu Mikha demi ujian itu.

Perasaan campur aduk dan keringat dingin mewakili keadaan Mikha sekarang, ia sangat grogi.

Sedari tadi tangannya sibuk menggenggam tangan Ricky, batinnya berdo'a terus-menerus.

Terkadang ia memejamkan mata agar dapat merilekskan pikirannya.

Dan yang ditunggu-tunggu.

"Juara satu kelas 3A, diraih oleh … ananda Ricky Nanda Putra!"

Sang empu pun berdiri dengan membungkukkan tubuhnya tanda sopan.

Senyuman manis muncul di bibirnya.

Mikha yang melihat kepergian Ricky bertambah gugup.

Ia tidak mau pulang jika nilainya terus-terusan buruk.

Hingga...

"---"
"Juara tiga kelas 3A, diraih oleh Mikha El-Hariz!"

Air mata lolos keluar.

Ia menangis atas keberhasilannya, ia tidak pernah berharap sampai mendapatkan tiga besar itu, baginya mengharapkan itu tidak ada artinya.

Ia berjalan ke depan dan menghadap ke arah semua orang.

Inilah yang ia tunggu-tunggu selama tiga tahun.

Acara pembagian ranking berjalan dengan lancar.

•••

Malamnya Mikha dan teman-teman merayakan hari kemenangan bersama dengan sedikit berpesta mie.

Mikha melupakan perintah Oxy siang tadi yang memerintahnya ke gudang untuk berbicara sebentar.

Sekarang Mikha justru asik dengan makanannya dan obrolan random teman-temannya.

Sesekali ia tertawa dengan lelucon temannya itu.

Semakin lama semakin dikit pula yang tersisa, begitu juga dengan Ricky.

Tersisa dua orang saja, yaitu Mikha dan Ibrahim atau dikenal Ibo.

Mikha termasuk kurang dekat dengan Ibo, makanya saat ini keheningan yang menyelimuti mereka.

Mikha masih memakan mienya dan Ibo sibuk memperhatikan Mikha.

Keliatannya Ibo ingin mengucapkan sesuatu.

"Mikha," tegurnya memecahkan keheningan.

"Iya?" Mikha menyahut sambil mengunyah, suaranya kecil dan tergesa.

Mikha, Si Babu OxyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang