Babu tanpa pilihan

167 19 8
                                        

༺✦༻

Gue pikir, hidup di pondok bakal seru. Banyak temen, banyak cerita. Tapi ternyata... jadi babu kabir Oxy bukan bagian dari rencana.

- Diary Mikha El - Hariz.

༺✦༻





Hari ini pondok libur. Rencana Mikha: tidur dari pagi sampai petang, mimpi indah, lalu bangun cuma buat sholat dan makan.

Tapi semuanya ambyar saat ia membuka buku dan melihat tulisan besar di halaman belakang:
PR – Kumpul besok!

"Yaaa Allah ... PR lagi ..." Mikha menjambak rambutnya pelan, antara panik dan pasrah.

Ia memang nggak sepintar Ricky, murid paling jenius sekelas.

Tapi demi tidak kena semprot ustadz, ia tetap mengerjakan PR-nya... ya walaupun mayoritas jawabannya hasil nyontek dari catatan Ricky.

"Dikit lagiii..." gumam Mikha sambil menyalin.

"Dan... selesai!" serunya bangga, seperti habis menang lomba.

"Hasil nyontek aja bangga, bro," celetuk Ricky sambil masukin buku ke tas.

Mikha meringis.

"Lo jangan ngompor-ngomporin atuh. Yang penting selesai!"

"Besok-besok belajar sama kabir Oxy biar jenius." Ricky berdiri dan menepuk pundaknya pelan.

"Yaelah... jangan sebut-sebut tuh orang," keluh Mikha, langsung lemas dan rebah di meja.

"Harusnya lo bangga, bisa deket ama dia. Walaupun cuma jadi babu sih. Gue duluan ya, assalamualaikum!"

Ricky ngakak kecil dan melenggang keluar.

Mikha mengangkat tangan seperti ingin menonjok tanpa suara.

Baru mau bangkit buat kembali ke asrama dan melanjutkan mimpinya yang tertunda—suara lain datang.

"Mikha!" Anak berpeci dan kaos lusuh berdiri di pintu.

"Kabir Oxy manggil. Di Hamam."

"Sebut aja gue lagi ngerjain PR," jawab Mikha malas tanpa menoleh.

"Lah... gue mana berani, Kha. Lo tau sendiri." Anak itu nyaris ketakutan.

"Iya iya. Gue kesana. Lo pergi aja duluan."

"Serius ya?"

"Iya, bentar lagi!"

"Sip. Bye!"

Setelah pintu ditutup, Mikha mendesah keras.

"Astaghfirullah... tu orang kalau nyuruh tuh kayak nggak punya tangan sendiri."

Ia masukin buku ke lemari, ambil sandal, dan melangkah ke arah hamam sambil gerutu.

"Paling juga nyuci baju lagi. Jemur. Lipat. Ugh, kenapa hidup gue kayak drama Korea tapi versi nyiksa satu arah..."

"Padahal tuh orang punya tangan, kaki, mata... eh, yang kerja tetep gue."

•••


Begitu masuk hamam, Mikha langsung disambut wajah dingin dengan lengan bersedekap.

"Lama," ucap Oxy tanpa intonasi.

Di sampingnya sudah siap satu ember penuh baju, sabun cuci, dan pewangi.

"T-tadi ngerjain PR, Kak..." Mikha tertunduk. Suaranya kecil.

Mikha, Si Babu OxyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang