"Hidup dengan penuh keindahan" itulah kata yang sesuai untuk Maria Sofia Isabella wanita cantik dengan banyak talenta yang dia miliki serta otak yang cerdas.
Bagaimana jadinya jika semua keindahan yang dimiliki Maria sekarang akan menghilang satu pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lho, kamu?"
"Kamu ngapain disini?" Tanya Maria ke Dhafi.
"Aku mau nyamperin kamu lah. Kamu sendiri, ngapain berduaan sama cowo?" Tanya Dhafi penuh curiga.
"Dia cuman temen doang kok, sayang. Kenalin, nama dia Favian murid baru disekolah aku." Ujar Maria mengenalkan Favian ke Dhafi.
"Hai, kenalin gue Syauqi Arjune Favian. Lo bisa panggil gue Favian." Ucap Favian sambil mengulurkan tangan nya.
"Gue Dhafi Dhananjaya, pacar nya Maria." Jawab Dhafi lalu menerima uluran tangan Favian.
"Yaudah kalo gitu, gue duluan ya."
"Eh Favian, lo mau kemana?" Tanya Maria.
"Ke kolong jembatan, ya masuk ke kelas lah, Maria. Pake nanya lagi lo." Jawab Favian dan pergi meninggalkan Maria dan Dhafi.
"Oh iya, sayang. Kamu kenapa ke sini?"
"Aku mau ngajak kamu dinner sama keluarga aku malam ini, kamu bisa nggak?"
"Malam ini? Kok kamu nggak ngechat aku dulu? Biar aku nya kan bisa siap siap." Tanya Maria yang sedikit kaget dengan ajakan Dhafi yang mendadak.
"Ya nggak papa, biar jadi suprise aja." Jawab Dhafi.
"Ih kamu kebiasaan nggak bilang dulu sama aku, kalo kayak gini takut nya aku nggak bisa pergi."
"Emang kamu ada acara malam ini?"
"Enggak ada sih, cuman rencana nya malam ini aku mau belajar buat olimpiade minggu depan. Tapi, nggak apa apa aku bisa kok luangin waktu. Lagian ini kan first time aku ketemu sama orangtua kamu, jadi aku usahain buat datang."
"Hm... yaudah, kalau gitu aku pulang dulu. Nanti malam, aku jemput ya."
"Iya, sayang." Jawab Maria dengan manja.
"Kamu masuk ke kelas dulu sana, bentar lagi bel."
"Aku masuk dulu ya, kamu hati hati dijalan. Bye, sayang." Setelah Dhafi pergi, Maria pun bergegas untuk pergi ke kelas.
Sesampainya ia dikelas, Maria dikejutkan dengan tatapan tajam dari Kyla yang seakan ingin membunuh nya.
"Kemarin aja bilangin gue alay, sekarang malahan dia yang ikutan alay. Enak kan ke makan omongan sendiri?" Ucap Kyla dengan sinis sambil menatap Maria.
"Apa sih, La. Masih pagi lho ini, ngapain ngajak berantem?" Jawab Maria yang semakin membuat Kyla naik darah.
"Siapa juga yang ngajak berantem?"
"Lo lah, emang siapa lagi selain lo?"
"Tuh, si Favian juga ngajak lo berantem kemarin." Tunjuk Kyla ke arah Favian yang sedang tertidur di kelas.