46. | Rahasia

154 123 28
                                    

Sudah lewat beberapa hari setelah Fina terakhir bertemu dengan Theo, Fina pun menjalani harinya seperti biasa pergi kesekolah dan terlebih dahulu ia menjemput Syaqila

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah lewat beberapa hari setelah Fina terakhir bertemu dengan Theo, Fina pun menjalani harinya seperti biasa pergi kesekolah dan terlebih dahulu ia menjemput Syaqila.

Memang rumah Fina dan Syaqila cukup dekat hanya berjarak sekitar 2 buah rumah saja, karena itu sejak kecil mereka kemana mana selalu bersama bak anak kembar.

"Kamu udah sarapan?" Tanya Syaqila.

Fina menggelengkan kepalanya.

"Mau mampir beli sarapan dulu, nggak?" Tanya Syaqila lagi.

Dan lagi lagi, Fina menggelengkan kepalanya.

"Kita langsung berangkat aja." Ujar Fina.

Mereka pun berpamitan dengan orangtua Syaqila dan setelah itu, berangkat kesekolah bersama.

****

Sekitar 15 menitan akhirnya mereka pun sampai disekolah, Fina melepaskan helm nya dan baru saja berbalik ia dikejutkan dengan kehadiran Maria dan Kyla yang tersenyum ke arahnya.

"Astagfirullah hal adzim." Fina terkejut lalu mundur dari hadapan Maria dan Kyla.

"Lo fikir gue hantu?" Ujar Kyla mengerucutkan bibirnya.

"N-nggak g-gitu, kak."

"Cukup tau aja sih." Ucap Kyla dengan dramatis.

Fina hanya bisa tertunduk takut dengan Kyla, padahal Kyla hanya bercanda dengannya.

Plak!

Maria memukul pelan tangan Kyla, sedangkan Kyla hanya bisa meringis sakit.

"Jangan suka bully anak orang." Ujar Maria.

"Kamu nggak apa apa?" Tanya Maria kepada Fina.

"Nggak apa apa, kak." Jawab Fina.

"Lo tau nggak, sekarang Theo udah jadi mualaf." Sindir Kyla.

Fina yang mendengar itu hanya tertunduk diam.

"Hustt, Kyla." Maria dengan reflek langsung membekap mulut Kyla.

"Sayang!"

Maria langsung melirik ke sumber suara dan mendapati Favian datang dengan membawa sebuah kresek besar, Maria dengan senyum sumringahnya langsung memeluk Favian.

"Kamu bawa apa?"

"Bawa cinta." Gombal Favian.

Bono yang berada dibelakang Favian seketika merasa mual, ketika mendengar gombalan yang keluar dari mulut Favian. Tak hanya bono, Kyla dan Syaqila juga menatap dua sejoli bucin itu dengan tatapan malas.

HARSA {Revisi}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang