"Hidup dengan penuh keindahan" itulah kata yang sesuai untuk Maria Sofia Isabella wanita cantik dengan banyak talenta yang dia miliki serta otak yang cerdas.
Bagaimana jadinya jika semua keindahan yang dimiliki Maria sekarang akan menghilang satu pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ngapain si pake pukul pukul segala, sakit tau nggak? Baru juga datang, dah disambut sama pukulan aja mana pake tongkat golf lagi." Ucap orang itu.
"Maaf, kak Malik. Aku nggak tau kalo itu kamu, lagian kamu nggak ngasih tau kalo mau kesini." Sahut Maria kepada Malik dengan tampang tak bersalah.
Malik adalah kakak sepupu dari Maria, mereka hanya selisih usia 2 Tahun, karena itu Maria sangat akrab dengan nya. Malik dan Maria sangat akrab bagaikan saudara kandung, Malik sendiri sering menyombongkan kepada teman teman nya bahwa dia memiliki seorang adik yang sangat cantik, padahal Maria bukan adik kandungnya.
"Ibu mana?" Tanya Malik ke Maria.
"Mamah lagi lembur dikantor." Jawab Maria sembari memberikan air kepada Malik.
"Terus, kamu sendiri gitu dirumah?"
"Iya."
Malik dengan santai nya menyalakan TV dan Maria yang sudah mengantuk memilih untuk pergi ke kamar nya.
"Kak, Maria naik dulu ya ke kamar. Udah ngantuk berat, kalo mau apa apa ada di dalam kulkas tinggal masak aja." Ucap Maria sembari meninggalkan Malik yang masih santai menonton TV.
***
Pagi hari telah tiba, Maria pun bersiap siap untuk pergi kesekolah. Saat Maria ingin turun ke dapur, dia dikagetkan dengan keberadaan Malik yang sudah ada didepan meja makan.
"Huaaaaahh... ngantuk banget gue, astaga. Oh iya, Maria tuh makanan udah gue siapin. Habis makan, gue antar kesekolah." Ucap Malik sambil menguap lebar dan Maria yang melihat nya hanya terdiam, Maria menatap heran, bagaimana bisa banyak perempuan yang suka kepada kakak nya ini.
"Ngapain masih berdiri disitu?" Tanya Malik dan seketika Maria tersadar dari lamunan nya.
"Gimana sekolah lo? Aman aman aja kan? Masih peringkat ke 1 disekolah?" Tanya Malik seakan akan sedang mengintrogasi seorang penjahat.
"Aman, kok. Emang siapa sih yang bisa ngalahin aku kak." Jawab Maria dengan menyombongkan diri nya.
"Astaga, sombong banget adek gue yang satu ini. Gimana kabar Dhafi?" Maria seketika terdiam mendengar pertanyaan dari Malik, airmata nya kembali ingin turun ketika mengingat tentang Dhafi.
"Lho, kenapa diam? Lagi ada masalah sama Dhafi?" Malik kembali bertanya dan Maria masih terdiam.
"Maria? Kenapa? Heiii.. lo baik baik aja kan?" Tanya Malik lagi sembari menepuk pelan pundak Maria, Maria seketika sadar dan tersenyum.
"Aku udah putus sama Dhafi, kak." Malik yang mendengar ucapan Maria pun menjadi kaget dan bingung, Maria dan Dhafi sudah berpacaran 2 Tahun dan mereka putus.
"Putus?" Tanya Malik yang kembali memastikan bahwa diri nya tidak salah dengar.
"Iya." Jawab Maria yang kembali menahan airmata nya.