19. | Sakit Tapi Tak Berdarah

148 124 3
                                    

Seminggu pun telah berlalu dan hari ini adalah hari yang tak pernah Maria bayangkan sebelum nya, hari dimana ia melihat sosok orang yang selama ini ia cintai akan bersanding bersama oranglain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seminggu pun telah berlalu dan hari ini adalah hari yang tak pernah Maria bayangkan sebelum nya, hari dimana ia melihat sosok orang yang selama ini ia cintai akan bersanding bersama oranglain. Selama seminggu ini juga Maria terus menerus merenung di dalam kamar, Malik yang melihat adik nya yang mulai berubah seketika ia menjadi khawatir dengan keadaan Maria.

Dengan sekuat tenaga, Malik membuat Maria bersemangat lagi. Akan tetapi, Maria kembali mengurung diri nya dikamar. Malik yang lagi lagi khawatir mencoba untuk mengetuk pintu kamar Maria, tapi sama sekali tak ada sahutan dari balik kamar Maria.

Berulang kali Malik mengetuk tapi hasilnya masih sama, tidak ada suara sahutan dari dalam. Malik yang cemas dengan kondisi adik nya, dengan paksa mendobrak pintu kamar.

BRAKK!
BRAKK!
BRAAKK!

Dalam tiga kali dobrakan Malik pun berhasil membuka pintu kamar Maria, Malik melihat adik nya dalam kondisi menggigil dari balik selimut sembari memanggil 'ayah' nya.

"P-papah d-dingin, Maria d-dingin. Maria butuh papah." Maria meringis didalam selimut.

Malik yang melihat hal itu dengan segera mengecek suhu tubuh Maria dan benar saja sesuai dugaan Malik bahwa Maria mengalami demam tinggi, Malik langsung mengangkat Maria dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.

Sesampainya disana, ia mencoba menghubungi ibu. Akan tetapi, panggilan nya selalu ditolak. Malik panik melihat adik kesayangaan nya itu jatuh sakit, ia tau bahwa Maria sangat jarang jatuh sakit tapi bila ia telah jatuh sakit pasti akan parah. Bahkan, Maria pernah mengalami koma akibat sakit yang ia alami.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter pun keluar dan dengan cepat Malik menghampiri dokter tersebut.

"Gimana keadaan adik saya, dok?" Tanya Malik dengan panik.

"Apakah belakangan hari ini pasien tidak makan dengan baik?" Tanya dokter itu dan diangguki oleh Malik.

"Menurut hasil diagnosa, pasien mengalami asam lambung atau Gerd dan juga kelelahan. Diharapkan untuk pasien bisa menjalani rawat inap selama 3 hari, untuk memastikan kondisi pasien benar baik baik saja." Ujar dokter.

"Baik, dok. Tolong lakukan perawatan yang terbaik untuk adik saya." Ucap Malik.

Setelah mengetahui hasil dari dokter, Malik pun masuk kedalam ruangan Maria. Malik memegangi tangan Maria dengan tatapan khawatir dan juga sedih, ia takut jika terjadi hal yang tidak ia inginkan menimpa adiknya. Malik menyalahkan diri nya sendiri karena tidak becus menjaga Maria, ia memegang tangan Maria dengan erat dan disaat itu juga Malik meneteskan airmata nya.

"Seharusnya gue bisa jaga lo, gue nyesel udah nggak ada disisi lo disaat lo sedih. G-gue mohon lo jangan ninggalin gue, Maria. Lo satu satu nya adik gue dan karena itu, gue minta cepet sehat ya. Gue nggak mau liat lo rebahan terus kayak gini, gue akan ngelakuin apapun asalkan lo kembali kayak dulu." Ucap Malik yang masih menangis sembari memegangi tangan Maria dan mengusap lembut kepala Maria.

HARSA {Revisi}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang