51. Selamat Tinggal

87 60 73
                                    

Tepat ketika jam tujuh malam sebuah mobil berwarna silver berhenti disebuah cafe, tampak dari mobil itu keluar seorang wanita yang sangat cantik yang tak lain adalah Thya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat ketika jam tujuh malam sebuah mobil berwarna silver berhenti disebuah cafe, tampak dari mobil itu keluar seorang wanita yang sangat cantik yang tak lain adalah Thya. Dan tak lama setelah itu disusul lagi oleh seorang laki laki yang tampan dengan setelan Koko yang melekat ditubuhnya, bahkan laki laki itu menundukkan pandangannya sembari terus berjalan. Laki laki itu tidak lain adalah Theo yang baru saja pulang dari pondok pesantren.

"Tumben saudara gue yang tomboy ini pakai rok?" Canda Theo dengan mengacak rambut Thya yang asalnya cukup rapi.

"Apa sih?!" Thya memasang wajah kesalnya dan masuk ke dalam cafe itu tanpa mempedulikan Theo.

"Lo cantik, Ty." Teriak Theo.

Thya yang malu semakin lebar melangkahkan kakinya meninggalkan Theo, sedangkan pelaku nya hanya terkekeh melihat tingkah target yang sedang malu.

Theo pun menyusul Thya dan memilihkan meja yang tak jauh dari panggung cafe itu, tampak Thya dengan mata yang berbinar binar menatap gitar yang sangat cantik dimata nya.

"Lo suka?" Tanya Theo yang seakan paham dengan tatapan Thya.

"Gue selama di Amerika khusus cuman buat perbaikan nilai, nggak ada waktu main gitar walaupun sebenarnya gue suka." Jawab Thya diakhiri dengan hembusan nafas berat.

"Emang gimana kehidupan di Amerika?" Tanya Theo dengan rasa penasaran.

"Ya begitulah, Te. Kadang enak kadang enggak, tapi kebanyakan enggak nya sih. Soalnya, biar gimana pun disana bukan tempat asal gue." Sahut Thya.

Theo menganggukkan kepalanya menandakan bahwa ia mengerti dengan yang dimaksudkan Thya, mereka pun akhirnya memutuskan untuk memesan makanan terlebih dahulu sembari menunggu yang lain datang.

"Lo naksir Bono?" Celetuk Theo tanpa ada angin atau hujan.

Thya yang tengah minum tersedak dengan pertanyaan Theo, bagaimana bisa saudara kembarnya begitu to the point menanyakan hal itu. Hal yang sangat tak ingin Thya fikirkan, hal yang sangat menyakitkan untuk Thya namun ia sudah bisa menebak bahwa suatu saat akan menghadapi hal seperti ini.

"G–gue... G–gue n–nggak tau." Jawab Thya.

"G–gue mau ke kamar kecil dulu." Thya pun berdiri dan meninggalkan Theo yang nampak keheranan.

Tak berselang lama, teman temannya pun akhirnya sampai bahkan Fina dan Syaqila pun hadir.

Bono nampak memperlakukan Syaqila dengan sweet malam itu hingga membuat yang lain sadar akan sesuatu yang aneh, Theo pun perlahan mendekat ke arah Bono dan mempertanyakan tentang semua itu.

HARSA {Revisi}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang