"Hidup dengan penuh keindahan" itulah kata yang sesuai untuk Maria Sofia Isabella wanita cantik dengan banyak talenta yang dia miliki serta otak yang cerdas.
Bagaimana jadinya jika semua keindahan yang dimiliki Maria sekarang akan menghilang satu pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Theo!"
Theo pun perlahan membuka mata dan ia begitu terkejut ketika melihat Bono ada dihadapannya.
"Anjir, ada hantu!" Teriak Theo yang ketakutan hingga membuatnya terjatuh dari kasur.
Bono tampak kebingungan dengan reaksi temannya itu, ia mencoba melihat ke kiri-kanan tapi tak ada apa apa.
"Lo kenapa?" Tanya Bono bingung.
"L-lo hantu?" Tanya Theo ketakutan.
"Maksudnya?" Bono masih tak mengerti dengan pertanyaan Theo.
"L-lo kan u-udah m-mati." Ujar Theo takut.
"Astagfirullah hal adzim! Lo nyumpahin gue mati?" Bono hanya bisa mengusap dada nya pelan ketika mendengar perkataan Theo.
"T-tapi..." Ucap Theo ragu.
"Tapi apa?" Tanya Bono.
Tok! Tok!
Pintu kamar Bono diketuk oleh seseorang dan dengan cepat, Bono membuka kan pintu itu.
"Abang, kata umi kumpul di ruang tamu soalnya tadi umi ada bikin goreng pisang." Ujar Acha sembari membawa boneka kelinci kesayangannya.
"Pisang goreng, Acha." Bono pun membenarkan ucapan Acha.
"Sama aja, Abang. Bang Theo, ayo ke ruang tamu juga." Ajak Acha.
"I-iya, Ca." Sahut Theo yang masih bingung dan keget.
"Ayo buruan kita kesana." Ajak Bono.
Theo menganggukkan kepalanya.
****
Theo mengikuti Bono untuk pergi ke ruang tamu, ia masih merasa keheranan dengan semua ini. Hingga akhirnya, mereka sampai dan Bono pun membawanya untuk duduk.
Theo masih memikirkan tentang kejadian tadi, Theo terus bertanya tanya jika memang ini hanya mimpi kenapa harus senyata itu? Tanpa ia sadari, Abi sedari tadi memanggil nya.
"Nak Theo!" Panggil Abi yang kali ini agak keras hingga membuat Theo tersadar dari lamunannya.