Allo alpukatz, for you cerita gue menarik nggak? Komen and vote yang banyak yaa..
Makasih buat yang udah vote, gue doain yang baik baik buat kalian, juga yang belom vote🤗
HAPPY READING ALL
----°°°----
"Cerita kita tak akan semenarik cerita mereka"
°°Asava Laurentica°°
"Van? Revan? Lo ada masalah? Cerita aja ke gue, mungkin aja gue bisa bantu lo" tanya Laura kepada Revan.
"Gue gak papa kok, lo nggak usah khawatir dengan keadaan gue. Urus hidup lo sendiri Ra, gue nggak akan usik lo"Jawab Revan
"Van, nggak bisakah kita seperti dulu? Buat gue suka sama lo dengan senyuman lo Van, dan tolong maafin kesalahan gue yang dulu Revan"
Revan pun melontarkan jawaban nya, dan langsung berdiri meninggalkan Laura yang sedang termenung disana.
"Ra, gue lagi nggak mood jangan ganggu gue sekarang. Dan gue nggak mau bahas masa lalu yang kelam itu, gue nggak suka"
Sambil termenung Laura berbicara didalam batin miliknya *Revan, kenapa lo nggak bisa maafin gue? Sebesar itu kah kesalahan yang gue buat sampai sampai lo nggak mau maafin gue. Gue khilaf Van, gue mau mengulang semua kisah yang pernah kita jalanin Van*
Revan saat ini tengah berjalan entah kemana. Ia keluar dari kelas nya dan pergi tanpa tau ingin kemana, saat itu lah otak dia memikirkan Asa.
*Asa, dia masih apa ya? Apa dia jamkos juga seperti gue? Kalau Asa adalah anak yang disukai Ravin, gue bakalan jadi jauh dengan Asa. Gue nggak mau ngerusak hubungan mereka, semoga saja Asa dan Ravin tidak ada hubungan apa apa* batin Revan
Saat Revan larut dalam batin nya, seorang perempuan tiba tiba menabrak tubuhnya dan membuat dia menjadi sedikit oleng.
"Sorry, gue nggak sengaja nabrak lo" pekik perempuan tersebut
"Iya, it's okey lo dari kelas apa? Kenapa gue nggak pernah liat muka lo?" Tanya Revan kepada perempuan tersebut
"Gue dari kelas XI IPA 5. Lo sendiri?" Tanya perempuan tersebut
"Gue dari kelas XI MIPA 1, pantes gue nggak pernah liat muka lo"
Nadia Ervina, perempuan yang paling setia dengan temannya. Ya, memang setia tapi berbeda artian. Nadia setia terhadap kejahatan, dia adalah sahabat setia dari Ratu.
Ratu adalah perempuan yang suka membully siswa pindahan. Itu adalah hal yang paling sering dilakukan keduanya, Nadia mengatakan bahwa ia hanya ikut serta keinginan Ratu. Yang padahal, harusnya ia sadar bahwa yang dia lakukan adalah hal yang dilarang keras bagi para siswa.
Nadia, anak dari usahawan yang tinggal beberapa meter dari sekolah. Tidak terlalu famous anaknya, tidak begitu pintar, juga tidak begitu baik sifatnya, namun banyak yang senang jika berteman dengan dia.
"Eum..
Btw, nama lo siapa?" Tanya Nadia
"Gue Revan Sagara Caesar, lo sendiri?" Sambung Revan
"Gue Nadia Ervina, salken Van"
"Hm, salken juga. Gue pergi dulu" sambung Revan, yang kemudian diberikan anggukan oleh Nadia.
~~~~
Bel pulang berbunyi, menandakan bahwa pelajaran sudah selesai. Ravin, Lava, Artha, Asa, dan Vana keluar secara bersamaan. Ravin tidak mengira bahwa Asa akan keluar bersamanya, akhirnya ia memutuskan untuk berpisah dengan Lava dan Artha, lalu mengejar Asa dan Vana yang sudah berada di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAVINSA
Novela JuvenilTempat dimana seorang laki laki yang di cap berandalan, sekaligus anak dari pemilik sekolah tersebut singgah. Laki laki yang tidak pernah menaati peraturan di sekolah. Ia selalu menganggap bahwa dirinya bebas melakukan apapun tanpa khawatir terken...
