"Aku tak pernah yakin dengan keputusan diriku sendiri. Sampai aku bertemu dengan seseorang yang meyakinkanku"
°°Asava Laurentica°°
~||~•'|'|~|~|~|~•'~|
Hari itu, Ravin dan Asa menghabiskan libur bersama. Sesampainya di toko buku, Asa lebih dahulu masuk. Ia terlihat sangat suka dengan toko buku, Ravin hanya geleng geleng melihat kelakuan Asa.
Asa langsung menuju ke bagian rak buku yang bertuliskan 'Gank Motor' disana ia mengambil buku karangan author yang ia suka.
Kemudian, kakinya menelusuri ram buku selanjutnya. Sampai saat dimana Ravin hanya diam dan mengekori Asa dibelakang.
Sejujurnya ia tak suka jika diajak ke tempat dimana ada banyak buku.
Sampai akhirnya Ravin membuka mulutnya. "Asa, banyak banget lo beli bukunya. Emang bisa kebaca semuanya?"
Lalu Asa menoleh dan berucap. "Bisalah, kalau udah ada niat. Lo mau tau, gue bisa sehari penuh cuman baca buku doang tanpa makan tanpa minum"
"Astaga, gila lo. Bisa sakit kalau tiap hari lo gitu" Ravin tak habis pikir dengan Asa, mana ada orang yang mau membaca buku tanpa memakan makanan sedikitpun? Mungkin hanya Asa lah orang itu.
"Ya nggak gila lah, lo kalau udah suka juga gitu kan?"
"Apaan, gue mah nggak suka baca buku" dengus Ravin
"Bukan baca buku. Semisal, lo suka nongkrong sampe lupa waktu, lupa kalau lo masih punya pr. Terus tiba tiba lo disuruh pulang, lo marah nggak?" Tanya Asa menginterupsi
"Ya marah lah"balas Ravin.
"Nah, gue juga sama, kalau ada yang ganggu gue pas gue lagi asik baca buku. Misalnya suruh makan, tidur dulu. Gue nggak suka" terang Asa
Ravin bergeming, tak berniat menjawab. Karena memang jika manusia sudah suka dengan sesuatu, mayoritas akan meninggalkan bahkan melupakan hal yang seharusnya tak boleh mereka tinggalkan.
Asa sudah selesai memilih buku untuk dibaca nantinya, ia dan Ravin berjalan menuju ke kasir untuk membayar buku.
"Gue aja yang bayar" ajak Ravin
"Gue aja" tolak Asa
"Udah, gue aja"pinta Ravin
"Ravin, gue aja. Ini kan buku gue" tolaknya lagi
"Udahlah, lo nggak usah sungkan. Gue aja, gue yang ngajak lo berarti gue yang bayar" paksa Ravin sambil mengambil buku milik Asa yang sudah tersusun di meja kasir dan siap dibawa pulang.
"Totalnya jadi 160 ribu mas" kata petugas kasir tersebut
Ravin, mengeluarkan black card-nya. Lalu menggesek kartu tersebut, dan mengambil buku—novel tersebut keluar toko.
"Tujuan pertama selesai, selanjutnya mau kemana lagi nih?" Tanya Ravin kepada Asa sambil membawakan buku milik Asa.
"Ke toko boneka ya?" Pinta Asa
Ravin mengerutkan keningnya. "Kok jadi tanya ke toko boneka atau nggak? Kalau lo mau ke toko boneka, ayo" ajak Ravin
"Kali aja lo lupa yang tadi di chat" jawab Asa, kemudian dibalas gelengan kepala oleh Ravin.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAVINSA
Roman pour AdolescentsTempat dimana seorang laki laki yang di cap berandalan, sekaligus anak dari pemilik sekolah tersebut singgah. Laki laki yang tidak pernah menaati peraturan di sekolah. Ia selalu menganggap bahwa dirinya bebas melakukan apapun tanpa khawatir terken...
