Bab 11 [Awal Kisah Kita]

29 5 0
                                        

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE

Vote gratis, jadi vote yaww.. makasih

HAPPY READING ALL 🌈

||~|~||~||~|~||~|~|

"Mari kita mulai kisah ini dengan baik"
°°Ravin Sagara Caesar°°

Hari ini, kelas XI IPS 3 harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan harian.

Guru killer-Bu Feni yang biasa mengajar mapel matematika selalu datang tepat waktu, bahkan walau hujan, badai, angin topan pun beliau tetap saja datang.

Contohnya seperti hari ini, bagaskara tidak memperlihatkan wujudnya. Bahkan, ia bersembunyi di balik awan gelap, bisa dibilang hari ini hujan lah yang menyambut siswa siswi SMA Univers.

Menurut kalian, mapel matematika mudah?

Maybe, cukup mudah

Jika biasanya Bu Feni hanya memberikan 20 soal essay, kali ini mungkin ia sedang memiliki dendam tersendiri dengan kelas XI IPS 3. Beliau memberikan 30 soal essay

Apa nggak potek itu otak☺️

Bagi murid pintar, easy katanya

Namun bagi murid yang punya otak pas pas-an sepertinya tergantung amal perbuatan ☺️

"Anak anak, siapkan selembar kertas. Tulis nama, no absen, kelas, dan tanggalnya. Yang sudah menerima soal, bisa langsung dikerjakan. Waktu mengerjakan 2 jam mata pelajaran" Pintanya

"Ingat tidak ada yang memberi contekan maupun meminta contekan kepada teman sebelah atau belakang. Kerjakan masing masing" Tekan Bu Feni pada kata kata terakhirnya

Belum ada setengah jam, Abraham sudah bermain curang. Ia meminta contekan kepada Pati.

"Shtt.. Pati.. Pati" bisik Abraham kepada Pati

Pati yang merasa terpanggil, menengok ke arah Abraham yang memanggilnya.

"No 10" katanya sambil membentuk angka 10 pada jemarinya

"Tolol lo! Gitu aja nggak bisa" sindir Pati

"Ya elah, gitu amat lo Pat. Jangan pelit pelit lah sama kawan sendiri" Bujuk Abraham

"Makannya otak tuh dipake, jangan mikirin kapan tanggal merah"

*Gue punya temen gini amat dah, udahlah nggak mau di ajak kerjasama, nyindir gue pula. Tapi emang bener sih, tapi nggak gitu juga lah* Batin Abraham

"Yaudah sih Pat, cuman 1 soal ini aja. Plis lah, gue nggak belajar itu tadi malem" Alasan Abraham

Tak disangka, Bu Feni melihat kelakuan Abraham dan Pati. Beliau langsung memanggil nama Abraham dan Pati untuk diminta ke depan.

"Abraham, Pati maju ke depan sekarang" Suruhnya

Abraham gelagapan, ia takut jika ia akan di beri hukuman karena sudah menyontek kepada Pati. Toh juga dia belum diberi jawaban dari Pati.

Mereka berdua pun berjalan ke depan. Mereka di interogasi oleh Bu Feni yang sudah memincing kan matanya dadi jauh.

"Kenapa kalian saling mengobrol? Dan kamu Abraham, kamu meminta contekan kepada Pati ya?" Tanya nya bak seorang detektif

"Ng-nggak bu, saya tidak menyontek Pati. Saya cuman tanya, dia sudah selesai mengerjakan atau belum" Alasan Abraham

*Woi lo mau nyontek gue bangke, enak aja lo alesan nya. Semoga Bu Feni nggak percaya alasan lo, semoga beliau ngasih lo hukuman. Minimal ditambah 5 soal lagi* Batin Pati

RAVINSA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang