Vote kleann alpukatz tunggu🥺
HAPPY READING ALL ✨
||•-•||•-•||•-•||-•
"Jika cinta tumbuh dengan adanya rasa suka, maka benci tumbuh karena adanya rasa dendam"
°°Pati Aksa Pratama°°
"Revan, lo pulang bareng siapa? Gue bawa mobil. Mau bareng?" Tanya Lasgara kepada Revan.
"Nggak, makasih kak. Gue ada urusan, jadi nanti mampir dulu. Nggak langsung pulang, makasih karena Kak Lasgara mau nawarin pulang bareng. Maaf banget gue nggak bisa kak" Tolak Revan
"Oh, ada urusan. Yaudah, gue pulang dulu" Jawab Lasgara dan diberikan deheman kecil dari Revan.
Sebetulnya, ia ingin mengikuti kepulangan Asa dan Ravin. Ia ingin tau, siapa yang selalu bersama Asa akhir akhir ini. Dan apa hubungan antara mereka.
Begitu ada mobil lamborghini berwarna merah yang keluar gerbang, ia langsung ingin mengikutinya. Ia yakin bahwa mobil itu milik Ravin. "Gue harus ikutin mereka sekarang"
Saat mobilnya melaju kencang, tanpa disadari ada sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan. Membuat Revan yang lengah itu mengalami sedikit kelecetan.
Citt
Suara rem yang di injak secara mendadak. "Arghh, sialan" Umpat Revan karena kehilangan jejak dari mobil Ravin.
~~~~~
"Yang bener aja, masak gue harus balikin gantungan kunci lo? Males banget lah" Tolak Ravin saat Asa menanyakan pasal gantungannya.
"Ravin, yang bener aja. Masak gitu, lo nggak nepatin janji awal lo. Lo bilang mau balikin tuh gantungan, mana?"Tanya Asa
"Kan lo belum jadi pacar yang baik buat gue, belum ada satu minggu dan lo udah nggak betah. Yaa mana mau gue balikin tuh gantungan, kalau lo udah beneran mau jadi pacar gue. Baru gue kasih, okey? " Jawab Ravin sambil menaik turunkan alisnya.
"Ishh, au ah males. Pokoknya, besok lo nggak usah jemput gue. Gue bisa berangkat sendiri ke sekolah" Sambung Asa
*Oh, jadi ngambek nih ceritanya? Oke, gue bakal bikin lo jadi suka sama gue. Kalau lo suka sama yang tipe lembut, gue bakal lakuin Asava Laurentica* Batin Ravin
"Gue janji, gue bakalan balikin tuh gantungan besok kalau lo udah beneran suka sama gue. Okey?"
"Nggak usah acara ngambek ngambek segala, nanti cantiknya ilang loh"Ledek Ravin
"Hm, serah"
~~~~~
"Tante, Ravin pulang dulu ya. Ravin ada urusan jadi nggak bisa masuk dulu" Ucap Ravin saat Ratna menyuruhnya masuk untuk minum dan makan sore bersama.
"Ada urusan toh, yaudah sana pulang. Hati hati ya nak Ravin, jangan ngebut. Bahaya udah sore, makasih ya udah nganterin Asa sampai rumah" Tutur Ratna
"Iya tan, Ravin makasih juga. Assalamu'alaikum tan" Pamit Ravin sambil menyalimi tangan Ratna.
"Wa'alaikumsalam"
Mobil Ravin pun melaju meninggalkan pelataran rumah Asa, membelah sepinya kota Purworejo di sore hari.
Sambil membanting stir, Ravin mengumpat Revan. "Anak sialan lo Revan, ternyata gue perlu bicara sama lo"
~~~~~
Revan sudah sampai di rumah terlebih dahulu sebelum Ravin, ia masuk dan mendengarkan padangan. Ia kira, ibunya sudah pulang. Ternyata belum, dia dirumah hanya dengan bibi-pembantunya yang sering dipanggil Bi Wendy.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAVINSA
Teen FictionTempat dimana seorang laki laki yang di cap berandalan, sekaligus anak dari pemilik sekolah tersebut singgah. Laki laki yang tidak pernah menaati peraturan di sekolah. Ia selalu menganggap bahwa dirinya bebas melakukan apapun tanpa khawatir terken...
