Bab 5 [Sepakat]

31 6 0
                                        

VOTE AND KOMEN YAA

THANKS MY ALPUKATZ🍁🥑🥑🍁

HAPPY READING ALL✨✨

--••--••--

"Bersamamu adalah kisah yang tak akan pernah kulupakan"
°°Ravin Sagara Caesar°°


"Asa! Lasgara! Turun sini, sarapan" Ratna berteriak memanggil Asa dan Lasgara melalui lantai 1.

"Iya ma"

"Mama, Lasgara berangkat dulu. Lasgara ambil sarapan dan Lasgara bawa ke sekolah ya ma. Lasgara hampir telat ma, Asa bareng temennya dulu ya" sambil mengambil sepotong roti isi, dan membawa kunci motornya. Lasgara berlari dan tidak menghiraukan jawaban dari Asa.

"Astaga, Lasgara! Kenapa sih dia? Sampai lari lari gitu. Telat darimana nya coba? Belom juga jam 06.00" Ratna tidak habis pikir dengan tingkah Lasgara yang seperti itu.

"Eh ma, terus kalau kak Gara udah berangkat, Asa diantar siapa? Kok mama tadi nggak ngelarang kakak? Nanti Asa berangkat sama siapa?" Tanya Asa

"Memang kamu kemarin tidak dengar? Kamu kan berangkat bareng nak Ravin"

Jawaban dari Ratna, membuat Asa menjadi menganga dan tidak percaya akan jawaban yang mamanya beri.

"Apa!? Ravin! Kok sama dia sih ma?" Teriakan Asa membuat Ratna seketika langsung menutup telinganya.

"Asa, kamu kenapa sih? Kok ngagetin mama? Lagian kenapa kalau diantar sama nak Ravin? Toh dia juga baik sama mama. Kalaupun Asa jadi pacarnya, mama setuju aja"

"Yang bener aja ma, Asa nggak mau Ravin jadi pacarnya Asa. Lagian juga Ravin baru kenal sama Asa dan mama, kenapa mama langsung percaya sama sikap dia? Kalau dia sebenarnya nggak baik gimana ma?"

"Dia anak dari Pemilik SMA Univers loh, kamu pasti tau Pak Sagara kan? Dia ayahnya Ravin. Siapa sih gadis yang tidak suka dengan Ravin? Dia kan terkenal dengan ketampanannya, masak anak mama tidak suka?" Ledek Ratna sambil tertawa

"Ishh apaan sih mama, Asa bilang nggak ya nggak!" Ratna yang melihat tingkah Asa, bergeleng geleng tidak percaya.

"Au ah ma, males liat mama yang kayak gini. Mending Asa berangkat sekolah aja" gerutu Asa dan memanyunkan bibirnya. Bagi Ratna, raut wajah Asa adalah raut wajah yang lucu dan imut.

"Asa sayang, jangan ngambek dong. Sini sarapan dulu, mama udah bikin sarapan loh. Kakak udah nggak sarapan, masak Asa mau ikut ikutan? Kasian mama dong sayang" Lesu Ratna

"Tapi mama jangan ngobrolin Ravin ya? Asa nggak suka"

"Iya sayang, mama nggak ngobrolin tentang Ravin lagi deh. Tapi, besok besok nggak papa ya?" Ucap Ratna sambil memberikan senyuman diakhir ucapannya.

Asa memilih untuk tidak menggubris perkataan Ratna, ia memilih untuk langsung mengambil sarapannya.

Kringg

Suara bel berbunyi, Ratna paham siapa yang datang. Namun, Asa membuat simpul wajah bingung. Sepertinya disini Asa tidak tau siapa yang menekan bel rumahnya.

Ratna pun membuka pintu, dan mendapati Ravin yang tengah berdiri di depannya. "Eh, nak Ravin. Sini masuk dulu, Asa masih sarapan. Sini masuk, sambil makan makan dulu" Ajak Ratna sambil memegang pundak lebar Ravin.

"Makasih tante"

Asa terkejut melihat kedatangan Ravin, yang membuatnya tersedak makanan. "Eh, Asa sayang kenapa? Kok sampe tersedak gitu, kenapa hm?" Tanya Ratna

RAVINSA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang